Triwulan 2 Pelajaran 9, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 29 Mei 2026.

Pendalaman


Kita tidak perlu terkejut bahwa topik mengenai hukum bisa menjadi hal yang begitu disalahpahami dan dipelintir, karena tantangan utama Iblis terhadap Allah adalah berkaitan dengan hukum-Nya.

Beberapa orang pada zaman Yesus mengira bahwa Dia datang untuk menghapus hukum, tetapi hal itu sangat jauh dari kebenaran. Yesus justru menerangi hukum dan karakter Allah yang indah, dan datang untuk menggenapinya (Matius 5:17, 18), untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Allah itu.

"Hanya apabila penghormatan untuk Firman Allah yang Kudus dipelihara di dalam hati orang banyak, mereka dapat diharapkan mengenai maksud Ilahi. Adalah karena menghormati hukum Allah Israel diberi kekuatan selama pemerintahan Daud dan tahun-tahun permulaan pemerintahan Salomo; adalah melalui iman pada Firman yang hidup ini sehingga pembaruan dilakukan pada zaman Elia dan Yosia. Dan adalah dengan kebenaran Kitab-kitab Suci yang sama ini, warisan Israel yang terkaya, yang Yeremia sodorkan dalam usahanya ke arah pembaruan"-Ellen G. White, Para Nabi dan Raja (1999), jld. 2, hlm. 80.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Bagaimana budaya populer masa kini memandang dosa? Bagaimanakah seharusnya gereja kita merespons hal ini?

2. Kapan Anda menyaksikan secara langsung bagaimana dosa menghancurkan hubungan—baik dengan Allah maupun dengan sesama?

3. Apakah penurutan kepada hukum Allah terasa mudah atau sulit dalam hidup Anda? Faktor-faktor apakah yang membuatnya demikian?

4. Sebagai umat Advent yang secara terang-terangan menghormati hukum Allah (tercermin dalam nama kita sendiri), bagaimanakah kita dapat menghindari jebakan legisme yaitu bergantung pada penurutan hukum untuk menyelamatkan kita? (Coba lakukan eksperimen pikiran: Pada hari penghakiman, kepada siapa Anda akan bergantung saat setiap dosa Anda ditampilkan di hadapan Allah yang kudus dan sempurna? Apakah Anda akan bergantung pada penurutan Anda sendiri terhadap hukum? Ataukah pada kebenaran sempurna Yesus yang menggantikan Anda?)

5. Bagaimana pengetahuan (atau kurangnya pengetahuan) dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan Allah? (Baca Amsal 24: 3, 13-14.)

Ringkasan: Hidup kita tercemar oleh dosa, yang memisahkan kita dari Allah. Namun, Allah mengundang kita untuk mengenal dan mengasihi-Nya dengan segenap akal budi, hati, jiwa, dan kekuatan kita. Ketika kita melakukannya, secara alami kita akan memiliki kasih yang lebih besar terhadap sesama. Kasih seperti ini kepada Allah dan kepada orang lain tercermin dalam hukum Allah, yang diberikan untuk melindungi dan memelihara hubungan kita dengan-Nya dan dengan orang di sekitar kita. Hukum Allah adalah refleksi indah dari karakter-Nya, dan saat kita memahami hukum itu dengan benar, hubungan kita dengan Allah akan semakin erat.



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp