Triwulan 2 Pelajaran 9, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 26 Mei 2026.

Hukum


Bagaimanakah Anda akan menjelaskan dan menggambarkan dosa kepada orang non-Kristen? Bagaimanakah Alkitab menggambarkan dosa? Bacalah Roma 3: 20 dan 1 Yohanes 3: 4

Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4), dan dosa juga melekat dalam sifat alami kita (Mazmur 51:7; Yeremia 17:9). Maka hukum itu menunjukkan dengan jelas apa itu dosa. Hukum seperti kacamata yang membuat kita bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sekitar, atau seperti cermin untuk melihat keadaan kita sebenarnya. Hukum membawa kejelasan dan keyakinan ke dalam hidup dan karakter kita, dan di saat yang sama memperlihatkan karakter Allah dan apa yang penting bagi-Nya.

Kesepuluh Perintah (Keluaran 20:3-17) ditulis oleh jari Allah sendiri. Yesus menegaskan pentingnya hukum itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini” (Markus 12:30, 31). Ia juga menambahkan: “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Matius 22:40).

Firman Allah kepada bangsa Israel di Gunung Sinai, dan juga kepada kita hari ini (Ibr. 1: 1-2), menyatakan bahwa hukum itu berkenaan dengan hubungan. Allah memberikan hukum sebagai pagar pelindung untuk menjaga hubungan kita dengan-Nya dan dengan sesama. Namun, Iblis telah merusak keindahan hukum Allah sehingga sebagian orang melihatnya sebagai beban. Legisme sering dikaitkan dengan hukum, bukan kasih dan kebebasan-padahal Alkitab menyatakan: "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat" (1 Yohanes 5:3).

1. Dalam skala 1 sampai 5, seberapa berharga Firman yang hidup (dan hukum, sebagai bagian darinya) bagi saya?
2. Ketika saya memikirkan hukum Allah, apakah hukum itu terasa membatasi saya atau justru menguatkan saya? Bagaimanakah saya bisa lebih memahami hukum jika saya merasa hukum itu membatasi?
3. Apakah yang mungkin terjadi jika hukum kasih Allah, kasih kepada-Nya dan kepada sesama, menjadi pusat kehidupan saya, keluarga saya, dan gereja saya? Apakah yang mungkin berubah dalam hidup dan hubungan saya?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp