Triwulan 2 Pelajaran 9, 2026.
Bacalah tentang pencobaan-pencobaan yang dihadapi Simson dalam Hakim-Hakim 14 dan Hakim-Hakim 16: 1, 4, 16, 17. Meskipun dipanggil oleh Allah untuk tujuan tertentu, Simson tetap melayani Allah sambil menyerah pada pencobaan. Apakah yang dapat kita pelajari dari akhir kehidupannya?
Pertentangan besar itu nyata, dan kita semua terlibat di dalamnya. Pertempuran kosmik yang dimulai di surga sekarang sedang berlangsung dalam kehidupan masing-masing kita.
Iblis tahu bahwa ia harus mengerahkan segala daya yang dimilikinya di zaman kita sekarang ini—sebelum Yesus datang untuk menghalangi kita menjalin hubungan yang dekat dengan Allah. Mungkin Anda telah terdistraksi oleh sesuatu yang sebenarnya tidak salah, tetapi menyita begitu banyak waktu dan energi sehingga sangat sedikit yang tersisa untuk Allah. Mungkin itu pekerjaan, media sosial, belanja, olahraga, atau makanan. Ketika kita benar-benar menilai diri sendiri, kita akan melihat bahwa konsumsi berlebihan dan ketidakseimbangan dalam hal-hal itu menyisakan sangat sedikit waktu bagi Allah dan sesama. Musuh mengenal setiap kelemahan kita dan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian kita dari menghabiskan waktu bersama Allah. Kita harus ingat untuk mencari Allah terlebih dahulu (Matius 6:33) sebelum kita terburu-buru menjalani hari dan segala yang mungkin terjadi.
Yesus memahami kondisi kita, tetapi Ia menegur sikap suam-suam kuku kita (Wahyu 3: 14-22). Meskipun Ia adalah Allah, Ia juga adalah manusia yang merasakan letih seperti kita (Yohanes 4:6). Ia mengetahui tekanan hidup seperti kita, tetapi Ia menghindarinya dengan pergi menyendiri untuk berdoa kepada BapaNya (Lukas. 5: 16; Lukas. 6: 12; Markus 1:35; Matius 14:23). Ia tahu bahwa waktu bersama Bapa-Nya adalah hal terbaik yang bisa Ia lakukan untuk memulihkan kekuatan guna menghadapi pencobaan. Itu juga adalah jalan terbaik dan paling pasti bagi kita.
Simson jatuh karena ia mengira dirinya kuat. Ia mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mengatasi pencobaan. Setiap hari, kita semua menghadapi pertarungan melawan dosa karena musuh jiwa berusaha melemahkan dan menghancurkan hubungan kita dengan Allah. Ia tahu kelemahan kita dan menyerangnya untuk membuat hubungan kita dengan Allah menjadi tumpul dan membawa rasa bersalah serta tidak layak, semua ini dapat menjauhkan kita dari Allah. Iblis berusaha mengubah cara berpikir, niat, dan tindakan kita untuk memperoleh celah dalam hidup kita. Namun ingatlah: iman kita akan membuat kita tetap teguh, dan iman datang dari mendengar Firman Allah.
Apakah yang sedang Anda perjuangkan sekarang? Bagaimanakah Firman Allah dapat menolong Anda saat ini?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat