Triwulan 2 Pelajaran 9, 2026.
Dalam Khotbah di Atas Bukit, Yesus banyak berbicara tentang hubungan― baik dengan-Nya maupun dengan sesama. Di akhir khotbah-Nya, Ia menyampaikan sesuatu yang sangat menusuk hati: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7:21).
Yesus menjelaskan bahwa ada orang-orang yang berseru kepada-Nya dan jelas tahu tentang Dia, tetapi sebenarnya tidak mengenal-Nya. Tentu saja, mencari pengetahuan itu penting. Alkitab mengatakan bahwa umat Allah dapat binasa karena tidak mengenal Allah, karena mereka menolak pengetahuan (Hosea 4:1, 6, 10). Kita tidak boleh meremehkan pentingnya kebenaran Alkitab yang kekal. Namun, jika pengetahuan tersebut tidak mengubah kita, dan tidak memperdalam komitmen serta hubungan kita dengan Allah, maka itu tidak ada gunanya.
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17:3). Yesus menyatakan bahwa syarat untuk masuk ke dalam kehidupan kekal adalah melakukan kehendak Allah, yang hanya mungkin jika kita mengenal Allah. Kita tidak bisa melakukan kehendak-Nya tanpa terlebih dahulu mengenal-Nya. Ini adalah faktor penentu yang sangat masuk akal. Jika seorang anak mengatakan bahwa ia mencintai Anda, dan ia biasanya menuruti permintaan Anda, maka tindakannya menunjukkan kedalaman cinta dan rasa hormatnya kepada Anda. Begitu juga kita-jika kita mengasihi Allah, kita akan rindu melakukan kehendak-Nya, karena kita tahu tidak ada hal yang lebih baik daripada itu. Tanggapan kita terhadap-Nya, dan pada akhirnya penurutan kita kepada-Nya sebagai wujud kasih, menunjukkan sifat sejati dari hubungan kita dengan-Nya.
Yesus menutup Khotbah di Atas Bukit dengan tantangan terakhir yang penuh makna. Apakah tantangan itu? Bacalah Matius 7: 24–29.
Ketika kita benar-benar mendengarkan pesan-pesan Yesus, kita akan merasa tertantang dan berubah. Tetapi terlebih dahulu, telinga kita harus terbuka dan hati kita harus siap, agar cetak biru untuk hidup dalam hubungan yang dekat dengan Allah dapat terukir dalam jiwa kita dengan setiap napas yang kita ambil. Hidup kita bisa dibangun di atas Batu Karang dan rencana sempurna Allah bagi kita.
Cetak biru hubungan yang dekat ini bukanlah rahasia. Itu dinyatakan dalam halaman-halaman Firman Allah yang diilhamkan dan ditawarkan kepada setiap orang. Ini adalah pilihan pribadi setiap orang untuk menerimanya dengan iman, mengklaim kebenaran Kristus yang sempurna, dan kemudian menjalani kebenaran itu.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat