Triwulan 2 Pelajaran 4, 2026.
Sebuah tren di kalangan sebagian teolog liberal pada tahun 1960-an adalah menyingkirkan Allah dari bidang teologi. Pada tahun 2017, majalah Time menampilkan cerita utama dengan judul, "Apakah Kebenaran Telah Mati?" Ini menarik karena tren ini menggambarkan kondisi masyarakat kita saat ini. Gagasan tentang "kebenaran" itu sendiri kini mengalami pelapukan sampai pada titik di mana tidak ada yang benar-benar tahu apa itu kebenaran. Menurut budaya populer, tidak ada lagi tolok ukur, tidak ada landasan yang tetap dan dapat diandalkan untuk bertahan sepanjang zaman. Berlawanan dengan itu, Yesus berkata, "Akulah... kebenaran" (Yohanes 14: 6). Firman-Nya memberi kesaksian tentang Dia sebagai kebenaran dalam kemurnian yang sempurna.
Bacalah perlahan tiga ayat berikut, lalu bacalah sekali lagi untuk kedua kalinya. Apakah yang Anda perhatikan dari pesan-pesan ini?
Yohanes 17: 17
Amsal 30: 5, 6
Mazmur 12: 6
Alkitab menyatakan bahwa kebenaran yang paling mendasar, yaitu Yesus sendiri, tidak pernah berubah (Ibrani. 13: 8). Pada saat yang sama, ketika kita membaca Firman Allah, pemahaman kita tentang Allah dan kebenaran-Nya bisa terus bertumbuh. "Masih banyak tambang kebenaran yang belum ditemukan oleh pencari yang sungguh-sungguh"-Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld 5, hlm. 704. Dalam membicarakan “kebenaran," Ellen G. White selalu merujuk pada kebenaran yang diberikan oleh Allah melalui Firman-Nya. Kita dapat terus mencari terang tambahan dalam Alkitab karena Alkitab tidak pernah bertentangan dengan kebenaran masa lalu, melainkan justru membangunnya lebih dalam.
Bacalah 1 Tesalonika 2: 13; Mazmur 33: 4–5; dan Efesus 1: 13. Apakah pesan yang Anda temukan di sana?
Pada akhirnya, Alkitab-dan hanya Alkitab sajalah-yang harus menjadi sumber dasar dari apa yang kita pahami sebagai kebenaran. Segala sumber lain harus diuji dan ditimbang berdasarkan Firman Allah. Bahkan apa yang kita anggap sebagai "akal" atau "nalar" juga harus diuji oleh Firman Allah.
Beberapa orang berpendapat bahwa tidak ada kebenaran. Mengapa pernyataan itu bertentangan dengan dirinya sendiri? Artinya, mengapa menyatakan bahwa "tidak ada kebenaran" justru merupakan upaya untuk menyatakan suatu kebenaran, dan karenanya menjadi pernyataan yang meniadakan dirinya sendiri?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat