Triwulan 2 Pelajaran 4, 2026.
Sebelum kita menyelami mengapa Alkitab begitu berharga dan bagaimana mempelajarinya lebih dalam dalam studi pribadi kita, kita harus memahami satu hal: Salah satu serangan paling signifikan yang bisa Iblis lakukan terhadap Anda adalah menghentikan Anda dari menghabiskan waktu bersama Allah melalui Firman-Nya. Menjauhkan orang dari Alkitab mereka, entah melalui kesibukan, rasa tidak peduli, kelelahan, atau keraguan, adalah strategi utamanya. Iblis tahu bahwa ketika kita meluangkan waktu bersama Allah dalam Firman-Nya, hidup kita dibangkitkan kembali dan jiwa kita disegarkan. Maka tentu saja ia akan melakukan segala cara untuk mencegah hal ini!
Kita diberi tahu bahwa, "Setan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk mencegah manusia memperoleh pengetahuan mengenai Alkitab, karena kata-kata Alkitab yang jelas mengungkapkan penipuannya"-Ellen G. White, Kemenangan Akhir (1999), hlm. 624.
Iblis tahu bahwa Firman Allah yang penuh kuasa membuatnya tidak berdaya. Ia tahu bahwa doa dan studi Alkitab adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan manusia melawannya (Efesus 6:17, 18; Ibrani 4: 12). Karena itu, ia melakukan segala sesuatu untuk menghentikan kita dari membaca dan berdoa. Ia tahu bahwa Firman Allah itu berkuasa-bukan hanya karena melalui Firman itu dunia ini diciptakan (Mazmur 33:6), tetapi juga karena Firman itu sanggup membangkitkan orang mati (Yohanes 11:41-44) dan memberi kita kekuatan untuk menang (Matius 4:1-11).
Dengan menjauhkan umat Allah dari Alkitab mereka, Iblis memengaruhi bukan hanya hubungan kita dengan Allah, tetapi juga hubungan kita dengan sesama. Pernikahan kita menjadi tegang, kita mudah membentak anak-anak kita, dan kita tidak sabar terhadap teman atau rekan kerja kita. Hidup terasa terlalu sibuk; kita merasa stres dan terbebani, tanpa jalan keluar. Dan yang mengejutkan, kita jarang berhenti cukup lama untuk menyadari apa yang sedang terjadi. Kita mungkin berpikir kita dekat dengan Allah, tetapi pada kenyataannya, saat hari-hari dan pekan-pekan berlalu tanpa kita membuka Firman Allah, kita semakin lemah setiap harinya.
Bahkan ketika hubungan kita dengan Allah naik turun dan sangat tidak konsisten, Allah tetap setia dan tidak berubah, seperti yang dikatakan dalam Ratapan 3: 22, 23. Apakah yang Anda perhatikan dalam ayat-ayat ini, dan bagaimanakah perbandingannya dengan sifat manusia kita?
Sebagai kerub penjaga sebelum kejatuhannya (Yehezkiel 28:14-17), Lucifer pernah mendengar firman Allah dan mengetahui betapa dahsyat kuasanya. Kini ia membenci kebenaran itu. Maka tidak heran jika pikiran kita menjadi tumpul dan hati kita menjadi dingin ketika kita tidak memilih untuk mendengar dan membawa firman Allah ke dalam kehidupan kita sehari-hari.
Seberapa tidak konsisten atau naik-turunnya kehidupan rohani pribadi Anda? Apakah yang seharusnya jawaban Anda katakan tentang perlunya melakukan perubahan, jika memang diperlukan?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat