Triwulan 1 Pelajaran 4, 2026.
Pikirkan lebih dalam tentang penekanan Paulus pada kesatuan dalam Filipi 2: 2, di mana ia pada dasarnya menyatakan hal yang sama dalam empat cara berbeda. Perhatikan juga fokusnya pada akal, pikiran dan perasaan. Sementara para pemimpin agama cenderung menekankan perilaku lahiriah, Yesus justru berfokus pada pikiran dan perasaan kita. Contohnya, orang muda yang kaya mengaku bahwa ia selalu menaati hukum Taurat. Namun, ketika Yesus menyuruhnya menjual semua harta miliknya, lalu memberikannya kepada orang miskin, dan mengikut Dia, Yesus menguji keterikatannya pada hal-hal duniawi. Yesus juga mengajarkan bahwa apa yang keluar dari hati (atau pikiran) itulah yang menajiskan seseorang: "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Mat. 15: 19), dan "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati (Mat. 12: 34).
Bacalah Filipi 2: 3, 4. Langkah-langkah praktis apakah yang Paulus anjurkan untuk mencapai persatuan di gereja?
Kata-kata Paulus memberikan gambaran tentang kerendahan hati: rendah hati dalam berpikir, menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri, serta memperhatikan kepentingan orang lain dan bukan hanya kepentingan kita sendiri. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, bukan? Namun, prinsip-prinsip ini penting untuk selalu diingat dalam setiap pergaulan kita. Sering kali dalam percakapan, ada kecenderungan untuk lebih fokus pada bagaimana kita menanggapi daripada fokus mendengarkan, guna memahami apa yang dikatakan orang lain dan melihat masalah dari sudut pandang mereka. Banyak konflik sebenarnya muncul dari kesalahpahaman sederhana yang bisa dihindari hanya dengan mendengarkan secara aktif. Kita mungkin tidak setuju, tetapi mendengarkan dan berusaha memahami sudut pandang orang lain adalah langkah pertama untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang sehat.
Paulus berbicara tentang kesatuan yang "[dihasilkan oleh] Roh" (Ef. 4: 3), yang menciptakan "damai sejahtera yang menyatukan kita” (Ef. 4: 3). Jika ada pertikaian dalam gereja, Roh Kudus dapat meredakan ketegangan dan membawa kita dalam kesatuan serta menciptakan keselarasan. Dalam pasal yang sama, Paulus juga mengatakan "kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah" (Ef. 4: 13). Kedua hal ini saling berkaitan. Memiliki iman yang sama dan pemahaman yang selaras tentang Kitab Suci yang berasal dari pengenalan akan Kristus dan ajaran-Nya sangatlah penting agar kesatuan tetap terjaga di antara kita.
Jenis kematian terhadap diri sendiri seperti apakah yang dapat menuntun kita pada sikap menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri? Bagaimanakah kita bisa belajar melakukannya? Bagaimanakah hubungan kita akan berubah jika kita semua hidup dengan cara seperti itu?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat