Triwulan 1 Pelajaran 4, 2026.
Bacalah Filipi 2: 1-3. Faktor-faktor apakah yang tampaknya menyebabkan perpecahan dalam gereja? Apakah yang Paulus sarankan sebagai jalan keluarnya?
Pasti merupakan kekecewaan yang luar biasa bagi Paulus melihat gereja yang ia dirikan dan kasihi dilanda persaingan serta dipenuhi dengan perselisihan. Ia menggunakan bahasa yang sangat kuat untuk menggambarkan masalah ini, “mencari kepentingan sendiri" merupakan terjemahan dari kata (Yunani: eritheia), yang telah digunakan sebelumnya dalam Filipi 1: 17, untuk merujuk pada para pesaing Paulus di Roma yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri daripada memajukan pekerjaan Kristus.
"Kepentingan diri sendiri" termasuk di antara perbuatan daging (Gal. 5: 20) dan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yakobus, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yak. 3: 16). Kata Yunani untuk “keangkuhan" hanya muncul di bagian ini dalam Perjanjian Baru, tetapi dalam literatur di luar Alkitab, kata ini merujuk pada sikap arogan, kebanggaan kosong, dan perasaan diri yang berlebihan. Paulus menggunakan kata yang berkaitan erat dengan hal ini dalam nasihatnya kepada jemaat di Galatia: “janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki” (Gal. 5: 26).
Perhatikan solusi yang Paulus sebutkan untuk mengatasi masalah ini:
1. Penghiburan dalam Kristus. Paulus menggunakan teladan Kristus sebagai motivasi yang kuat.
2. Penghiburan dalam Kasih. Yesus menyatakan kasih Allah dan memerintahkan kita untuk "saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu" (Yoh. 15: 12).
3. Persekutuan dalam Roh. Kehadiran Roh Kudus menciptakan hubungan Kristen yang erat, seperti yang terjadi dalam gereja mula-mula (Kis. 2: 42; bandingkan 2 Kor. 13: 14).
4. Kasih Sayang (atau belas kasih). Sifat Ilahi ini sering kali terlihat dalam kehidupan Kristus (lihat Mat. 9: 36; Mat. 20: 34; Mrk. 1: 41) dan digambarkan dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati (Luk. 10: 33) serta anak yang hilang (Luk. 15: 20).
5. Kemurahan hati. Sifat ini, yang dicontohkan oleh Yesus, juga harus terlihat dalam kehidupan para pengikut-Nya (Luk. 6: 36).
6. Sehati sepikir, memiliki kasih yang sama, satu jiwa, dan satu tujuan. Betapa gambaran yang luar biasa! Sulit membayangkan bagaimana Paulus menekankan pentingnya kesatuan dengan lebih kuat lagi. Seperti yang Paulus tunjukkan, pikiran yang harus kita miliki "yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp. 2: 5).
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat