Triwulan 1 Pelajaran 2, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 9 Januari 2026.

Pendalaman


“Banyak orang yang tidak dapat membuat rencana pasti untuk masa depannya. Hidup mereka tidak menentu. Mereka tidak dapat memahami akibat dari berbagai peristiwa, dan hal ini sering kali memenuhi mereka dengan kecemasan dan kegelisahan. Marilah kita ingat bahwa kehidupan anak-anak Allah di dunia ini adalah kehidupan seorang pengembara. Kita tidak memiliki hikmat untuk merencanakan hidup kita sendiri. Bukanlah tugas kita untuk menentukan masa depan kita. 'Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusaka; lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju.' Ibrani 11: 8.

"Yesus dalam hidup-Nya di dunia ini tidak membuat rencana untuk diri-Nya. Ia menerima rencana Allah bagi-Nya, dan hari demi hari Allah menyingkapkan rencana-Nya. Begitulah kita harus bergantung kepada Allah agar hidup kita menjadi semata-mata hasil dari kehendak-Nya. Sementara kita menyerahkan jalan kita kepada-Nya, Ia akan menuntun langkah kita.

"Terlalu banyak orang membuat kegagalan total dalam merencanakan masa depan yang cerah. Biarlah Allah yang membuat rencana bagimu. Seperti seorang anak kecil, percayalah pada pimpinan Dia yang akan “melindungi langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya." Allah tidak pernah memimpin anak-anak-Nya kecuali anak-anak-Nya itu mau dipimpin, sekiranya mereka dapat melihat akhir dari permulaan dan melihat kemuliaan dari maksud yang mereka penuhi selaku mitra kerja bersama Dia"-Ellen G. White, Membina Keluarga Sehat, hlm. 444.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Pikirkanlah satu pekan yang telah berlalu dan buatlah daftar hal-hal yang Anda syukuri. Mungkinkah ada lebih banyak hal untuk disyukuri daripada yang Anda sadari?

2. Renungkan kalimat terakhir dari kutipan Ellen G. White di atas. Itu adalah pernyataan iman yang sangat kuat. Bagaimanakah Anda dapat belajar memercayai Allah dalam cara sedalam itu?

3. Dalam terang Kolose 1: 6, 23, diskusikan pernyataan berikut: "Selama empat puluh tahun ketidakpercayaan, persungutan, dan pemberontakan telah menahan bangsa Israel purba untuk memasuki Tanah Kanaan. Dosa-dosa yang sama telah menunda masuknya Israel rohani ke dalam Kanaan semawi. Dari kedua kasus ini tidak ada yang merupakan kesalahan janji-janji Allah. Ketidakpercayaan, keduniawian, ketidakberserahan, dan perselisihan di kalangan orang-orang yang mengaku sebagai umat Tuhan itulah yang menahan kita di dunia yang berdosa dan penuh kesusahan ini sampai begini lamanya. Sekiranya gereja Kristus sudah melaksanakan pekerjaan yang ditentukan atas penetapan Tuhan, maka sebelum ini seluruh dunia pasti telah diamarkan dan Tuhan Yesus tentu sudah datang ke bumi kita dalam kuasa dan kemuliaan yang besar"-Ellen G. White, Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman, hlm. 23. Dengan cara apa kita hari ini bisa jatuh dalam kesalahan yang sama?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp