Triwulan 1 Pelajaran 2, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 6 Januari 2026.

Penerapan Pengertian Rohani


Anggota jemaat Filipi merasa sangat gelisah ketika mendengar tentang pemenjaraan Paulus. Kini pelayanannya sangat terbatas. Ia tidak bisa bepergian, tidak bisa berkhotbah, tidak bisa mengunjungi sinagoge untuk mengajar orang-orang tentang Yesus sebagai Mesias. Ia juga tidak bisa lagi mendirikan gereja. Karena itu, jemaat Filipi mengutus Epafroditus untuk mengetahui kondisi Rasul Paulus, menguatkannya, dan memastikan bahwa kebutuhan jasmaninya terpenuhi.

Bacalah Filipi 1: 12-18. Bagaimanakah Paulus memandang pemenjaraannya? Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari sikapnya, meskipun ia berada dalam keadaan yang sulit?

Pekabaran yang Paulus kirimkan melalui Epafroditus pasti mengejutkan jemaat Filipi. Paulus melihat keadaannya dengan sudut pandang yang berbeda. Pengertian rohaninya membuatnya memandang pemenjaraannya sebagai sesuatu yang baik. Hal itu sama sekali tidak menghalangi pekerjaannya, tetapi justru "menyebabkan kemajuan Injil" (Flp. 1: 12). Di saat orang lain hanya melihat belenggu dan jeruji, Paulus melihat para penjaga Romawi sebagai jiwa-jiwa yang berpotensi menjadi bagian dari Kerajaan Allah. Ia juga melihat bahwa pemenjaraannya telah memberi dorongan besar bagi orang lain untuk semakin giat dan bertekad dalam menyebarkan Injil, serta berbicara dengan berani bagi Kristus tanpa takut akan akibatnya.

Mungkin agak sulit dibayangkan, tetapi ada beberapa orang yang justru berpikir untuk mengambil keuntungan dari pemenjaraan Paulus. Tampaknya mereka mengira bahwa ketidakhadiran Paulus akan membuat mereka mendapat perhatian yang lebih bagi diri mereka sendiri dan pemberitaan Injil mereka. Betapa kuat namun menyedihkan contoh dari keegoisan manusia, bahkan di dalam gereja. Seperti yang dikatakan oleh Yeremia jauh sebelum Paulus: "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yer. 17: 9).

Syukurlah, sebaliknya, beberapa pekerja yang setia justru menjadi lebih bersemangat dalam memberitakan Injil. Mereka sangat mengasihi Paulus sehingga penderitaan yang mereka lihat ia tanggung karena imannya membuat mereka semakin percaya kepada Kristus dan mendorong mereka untuk lebih giat lagi dalam melayani Tuhan. Hal itu membuat mereka pergi ke tempat-tempat yang sebelumnya mereka takuti; membuat mereka berani berbicara dalam situasi di mana sebelumnya mereka memilih diam; dan akhirnya membawa lebih banyak orang untuk menerima Kristus serta menyebarkan Injil keselamatan.

Pelajaran apakah yang telah Anda ambil dari pengalaman yang meskipun jelas-jelas buruk, ternyata juga membawa beberapa manfaat? Bahkan dalam situasi di mana manfaatnya mungkin tidak terlihat, bagaimanakah kita dapat belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan apa pun yang terjadi?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp