Triwulan 1 Pelajaran 2, 2026. 


Download Powerpoint




Senin, 5 Januari 2026.

Permohonan Doa Paulus


Beberapa tahun yang lalu, ada seorang pendeta yang berbicara tentang doa-doa yang hanya berpusat pada saya, saya, saya serta kebutuhan atau keinginan saya. Ia dengan tepat menyebutnya sebagai "doa-doa kecil yang egois", karena Allah memiliki rencana yang lebih besar.

Bacalah doa Paulus dalam Filipi 1: 9-11. Apakah fokus doanya, dan permintaan besar apakah yang ia sampaikan? Apakah yang dia katakan tentang doa?

Doa ini hanya terdiri dari empat puluh tiga kata dalam bahasa Yunani, tetapi merangkum semua keprihatinan Paulus, yang akan ia kembangkan lebih lanjut dalam surat ini: kasih, pengetahuan, pengertian, ketulusan, tanpa pelanggaran, dan kebenaran yang kita miliki melalui Yesus Kristus. Dasar dari doa ini, serta ungkapan rasa syukur Paulus sebelumnya, adalah penekanan pada gereja secara keseluruhan. Doa Paulus sepenuhnya berfokus pada orang lain, dipanjatkan bagi seluruh gereja demi kesejahteraannya. Mari kita melihat lebih dekat beberapa unsur-unsur utama dalam doa ini satu per satu:

Kasih yang semakin melimpah. Paulus tidak hanya berdoa agar kasih semakin melimpah, tetapi agar kasih diarahkan ke arah yang khusus: "dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian" (Flp. 1: 9). Rujukan kepada pengetahuan di sini bukan sekadar pengetahuan intelektual, tetapi menunjuk pada pemahaman rohani yang hanya dapat diperoleh melalui persekutuan dengan Allah dan pendalaman Firman-Nya (lihat Ef. 1: 17; Ef. 4: 13; 1 Tim. 2: 4).

Pengertian. Hal ini dijelaskan oleh Paulus sebagai kemampuan untuk "memilih apa yang baik" (membedakannya dari hal yang merugikan secara moral) "supaya kamu suci dan tak bercacat" (Flp. 1: 10).

Ketulusan. Kata dalam bahasa Yunani berarti "dihakimi oleh sinar matahari" dan merujuk pada kemurnian tindakan yang tidak bercela: "Segala sesuatu yang dilakukan oleh orang Kristen harus terang seperti sinar matahari"-Ellen G. White, Reflecting Christ, hlm. 71.

Tanpa Pelanggaran. Ini berarti jangan menjadi batu sandungan, jangan mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan membuat orang lain sulit untuk percaya. Kebenaran melalui Kristus. Paulus membahas hal ini secara mendalam dalam surat Roma dan Galatia, dan ia juga mengembangkannya lebih lanjut dalam Filipi 3. Kita tidak memiliki kebenaran dari diri kita sendiri, melainkan hanya kebenaran yang kita terima melalui Kristus.

Apa pun yang kita lakukan, bagaimanakah kasih kita dapat "semakin melimpah" (Flp. 1: 9)? Mengapa hal itu begitu penting bagi kehidupan Kristen? (Lihat juga 1 Kor. 13: 1-8.)



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp