Triwulan 1 Pelajaran 2, 2026.
Bacalah Filipi 1: 3–8. Untuk apakah Paulus bersyukur? Penghiburan apakah yang ia berikan kepada jemaat di Filipi, dan mengapa hal itu penting?
Paulus mendirikan jemaat di Filipi; karena itu, kita dapat melihat kehangatan persekutuan Kristen yang memenuhi suratnya. Meskipun terpisah ratusan kilometer, Paulus yang terbelenggu dan dipenjara senantiasa memikirkan jemaat dan para anggota jemaat di dalam hatinya. Ia merindukan mereka "dengan kasih mesra Kristus Yesus" (Flp. 1: 8) dan mengucap syukur kepada Allah atas mereka. Doa ucapan syukur Paulus bahkan memberikan gambaran sekilas pengantaraan Yesus bagi kita di surga.
Pada pakaian tutup dada imam besar terdapat 12 batu yang melambangkan 12 suku Israel. Umat Allah harus selalu "ada di dalam hatinya" saat ia bersyafaat bagi mereka (Kel. 28: 29). Bahkan dengan cara yang jauh lebih besar, sebagai Imam Besar di tempat kudus surgawi, Yesus membawa nama-nama umat-Nya di hadapan Bapa.
Menariknya, kata-kata dalam Filipi 1: 3 tidak sepenuhnya jelas, yang menekankan hubungan erat antara Paulus dan jemaat di Filipi. Ayat ini biasanya diterjemahkan bahwa Paulus mengingat mereka dalam doanya, tetapi juga bisa merujuk pada ingatan jemaat Filipi terhadap Paulus. Bagaimanapun, hal ini menyoroti kedekatan dan keterikatan mereka satu sama lain, yang juga ditegaskan oleh kata "persekutuan" (Yunani: koinonia). Sebagaimana Paulus mengambil bagian dalam penderitaan Kristus (Flp. 3: 10), jemaat Filipi juga "bersekutu" (bahasa Yunani: sunkoinōneō) dalam penderitaan Paulus serta mendukung pelayanannya secara keuangan (Flp. 4: 14, 15). Hubungan timbal balik ini, yang telah terjalin "sejak hari pertama sampai sekarang" (Flp. 1: 5), mendorong Paulus untuk mengucap syukur kepada Allah dan mendoakan mereka “dengan sukacita" (Flp. 1: 4).
Menariknya, Paulus menggambarkan situasi pemenjaraanya dengan cukup positif sebagai sebuah kesempatan untuk "membela dan meneguhkan Injil” (Flp. 1: 7). Penggunaan dua istilah hukum ini menunjukkan bahwa persidangannya sudah dekat, namun juga menunjukkan bahwa Paulus secara aktif memberitakan Injil kepada para tentara dan pengunjung. Membelanya (Yunani: apologia) dari serangan dan meneguhkan kebenaran kekalnya adalah dua hal yang sama pentingnya. Paulus tampaknya kurang memikirkan masa depannya sendiri dibandingkan dengan pembelaan Injil. Entah ia hidup atau mati, Paulus yakin bahwa Allah akan menyelesaikan “pekerjaan baik" yang telah Ia mulai dalam diri semua orang yang percaya kepada-Nya (Flp. 1: 6).
Bagaimanakah Anda memahami janji bahwa Allah akan menyelesaikan "pekerjaan yang baik di antara kamu" (Flp. 1: 6)? Apakah artinya itu? Apakah pekerjaan ini akan berakhir sebelum Kedatangan Kristus yang Kedua kali?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat