Triwulan 4 Pelajaran 2, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 8 Oktober 2026.

Yohanes Pembaptis, Mempersiapkan Suatu Umat


Bacalah Markus 1: 2-5. Apakah tujuan dari pelayanan Yohanes Pembaptis?

Injil Markus memberitahukan kepada kita bahwa kedatangan Yohanes Pembaptis adalah penggenapan nubuat Yesaya (Yes. 40: 3). Perkembangan Yohanes dari masa kanak-kanak hingga dewasa ditandai dengan kesetiaan kepada Allah. Iblis takut kehilangan kekuasaannya atas manusia setelah mendengar suara Yohanes di padang gurun (lihat Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 1, hlm. 234). Kejahatan para pendengar Yohanes dibuka kedoknya dengan cara yang membuat Iblis gemetar. Cengkeraman Iblis atas Israel sedang terancam. Ia berulang kali mencoba dan gagal untuk menghalangi Sang Pembaptis dari gaya hidupnya yang setia dan kepercayaannya kepada Mesias.

Bacalah Matius 11: 1-6. Bagaimanakah Yesus meneguhkan iman Yohanes sementara pengkhotbah itu berada di dalam penjara?

Iblis tidak mampu menggoda Yesus untuk berbuat dosa, dan kekalahannya di padang gurun membuatnya marah. Ia kemudian mengubah taktik dengan membuat Yohanes, sepupu Yesus, dijebloskan ke dalam penjara. Pemenjaraan Yohanes menyakiti hati Yesus, meskipun Iblis tidak dapat memikat Dia untuk berbuat dosa. Ini adalah cara Iblis untuk mematahkan semangat Yohanes, sembari membebani hati Juruselamat secara emosional. Namun, Yohanes menerima kata-kata penghiburan dari Yesus. Dan meskipun kondisinya mengerikan, dan tentu saja tidak mengerti mengapa ia tetap berada di penjara padahal Yesus begitu berkuasa, Yohanes tetap setia, bahkan sampai mati.

Seperti nabi-nabi zaman dulu, kita juga dipanggil untuk memberitakan pekabaran pertobatan dan iman serta totalitas kebenaran Kristus (Why. 14: 6-12). Seperti yang ia lakukan terhadap Yohanes Pembaptis, Iblis mungkin menggunakan ketidakpastian untuk membuat kita meragukan misi Allah bagi hidup kita.

Kita tidak perlu menjadi putus asa jika kita mengingat pimpinan Allah dalam hidup kita, terutama ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik bagi kita, seperti yang terjadi pada Yohanes, yang dipenjarakan dan kemudian dibunuh oleh tindakan seorang wanita jahat dan seorang pria yang berkemauan lemah. Apa pun yang mungkin dilakukan manusia terhadap kita, kita dapat menjangkau Allah dalam iman, dan Ia akan menjawab kita. Ia telah menjanjikan kuasa kepada kita untuk melakukan kehendak-Nya (Kis. 1: 8). Di dunia pasca-Kristen dan non-Kristen, sangatlah penting bagi kita untuk menjadi saksi yang setia bagi Kristus, apa pun keadaan kita.

Pernahkah Anda berada dalam posisi, seperti Yohanes di penjara, di mana Anda benar-benar tidak dapat mengerti mengapa hal-hal buruk terjadi pada Anda? Bagaimanakah Anda tetap memelihara iman dan kepercayaan Anda kepada Allah?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp