Triwulan 4 Pelajaran 2, 2026.
Dari Kejadian hingga Wahyu, Allah memiliki umat sisa yang setia yang telah menerima panggilan untuk taat sebagai respons terhadap kasih karunia-Nya (lihat Yer: 31: 7, 31–34). Sebagai contoh, bertahun-tahun setelah penyebaran dari Babel, Allah memilih Abram (kemudian Abraham) untuk menjadi teladan iman perjanjian, bukan hanya bagi keluarganya, melainkan bagi semua generasi mendatang. Dikelilingi oleh kemurtadan dan ambivalensi moral, Abram terbukti setia pada panggilan Allah (lihat Kej. 12: 1–9).
Allah menyampaikan syarat-syarat perjanjian kepada Abraham dan menunjukkan kepadanya bagaimanakah keselamatan manusia akan dicapai melalui pengorbanan Kristus (Kej. 15: 6–17). Untuk menguji iman Abraham dan untuk menggambarkan pengorbanan Anak Allah di masa depan, Abraham dipanggil untuk mempersembahkan Ishak, anaknya, sebagai korban kepada Allah (Kej. 22: 1–17). Sungguh ujian yang menyiksa bagi bapa orang beriman ini. Pikirkan semua alasan yang bisa digunakan Abraham untuk mengabaikan perintah Allah yang gamblang itu; namun, ia taat dengan setia. Allah menahan tangan Abraham untuk tidak membunuh Ishak dan menyediakan seekor domba jantan sebagai gantinya.
Tidak semua nabi dipanggil Allah untuk memperingatkan tentang malapetaka yang akan datang. Namun, semua dipanggil untuk memulihkan umat itu kepada kesetiaan, dan sering kali untuk memperingatkan terhadap kemurtadan, penindasan terhadap orang miskin dan yang membutuhkan, serta pelanggaran terhadap perjanjian dan ketetapan-ketetapan-Nya.
Yang paling penting dari semuanya, para nabi harus menyatakan janji keselamatan yang terdapat di dalam Mesias. Kesaksian yang abadi dari para nabi Alkitab dan Roh-Nya di era pascarasuli kita, memanggil kita untuk mengenali dan memperingatkan orang lain tentang krisis yang akan datang yang akan menimpa dunia. Namun, inti dari peringatan itu adalah kabar baik penebusan bagi umat Yesus yang setia, mereka yang tetap berada dalam hubungan perjanjian dengan-Nya (Why. 12: 17).
Bacalah Kejadian 15: 6, Galatia 3: 6–9, dan Ibrani 11: 8. Apakah yang ada dalam kehidupan dan karakter Abraham yang membuatnya memenuhi syarat untuk pelayanan bagi Allah, meskipun jelas ia adalah manusia yang tidak sempurna?
Ada banyak kesamaan antara zaman Abraham dan zaman kita. Sebagaimana paganisme dan penyembahan berhala merajalela di zaman Abraham, demikian pula saat ini banyak ideologi dunia yang bersaing bertujuan untuk menghapuskan atau meminggirkan Kekristenan. Berbeda dengan kebanyakan budaya yang berlaku, umat Allah saat ini dipanggil untuk memantulkan citra-Nya dengan setia dalam interaksi sehari-hari mereka dengan orang lain, termasuk dalam pemberitaan pekabaran tiga malaikat (Why. 14: 6–12).
Alkitab mengatakan bahwa Abram percaya "kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Kej. 15: 6). Bagaimanakah Anda melihat janji Injil dinyatakan dengan begitu kuat dalam ayat ini? Pengharapan apakah yang dapat Anda ambil dari sini bagi diri Anda sendiri?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat