Triwulan 4 Pelajaran 2, 2026.
Sebagian besar orang Kristen mengetahui kisah Daniel 1, di mana ia berdiri teguh memegang prinsip-prinsip kesehatan yang telah ia pelajari sejak kecil. Daniel adalah model kesetiaan (Dan. 1: 8). Ketika disuguhi hidangan raja, ia bersikeras untuk makan makanan nabati dan minum air putih saja daripada menyantap makanan yang ditawarkan kepadanya dari meja raja (Dan. 1: 12-16). Ini adalah ujian kecil dibandingkan dengan apa yang akan terjadi kemudian, seperti dalam Daniel 6, ketika kesetiaannya bisa saja dengan mudah berarti kematian baginya.
Bacalah Daniel 2: 46-48; Daniel 4: 18; Daniel 5: 13, 14; dan Daniel 6: 25-27. Apakah yang diceritakan ayat-ayat ini kepada kita tentang kesaksian seperti apa yang diberikan Daniel kepada orang-orang kafir di sekitarnya?
Lihatlah kesaksian dari orang-orang katir ini terhadap kuasa Allahnya Daniel. Betapapun uniknya kisah-kisah ini, semuanya mengungkapkan prinsip yang sangat penting: melalui hidup kita, melalui kesetiaan kita, dan melalui kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui kita, orang lain dapat dan harus belajar tentang Allah surga, dan bahwa Dia adalah "Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja".
Juga, karena tema yang berulang dalam nubuatan Daniel adalah penghakiman, yang memuncak pada kedatangan Kristus yang kedua kali (kemenangan akhir Allah), arti nama Daniel, "Allah adalah hakimku," sangatlah tepat. Tulisan-tulisannya layak mendapatkan penelaahan dan perhatian yang cermat karena relevan saat ini.
Nubuatan Daniel berfungsi sebagai pengingat untuk selalu waspada dan memelihara perintah-perintah Allah, bahkan dalam hal-hal "kecil" dalam hidup. Juga, sebagai seorang nabi, Daniel meramalkan kebangkitan dan kejatuhan bangsa-bangsa serta konsekuensi ketidaktaatan mereka kepada Allah. Melalui penglihatan-penglihatan nubuatannya, Daniel mengungkapkan rencana Allah dan kemenangan akhir kerajaan Allah (Dan. 7: 13, 14).
Pikirkan, misalnya, tentang Daniel 2, yang ditulis setengah milenium sebelum Kristus. Daniel dengan begitu akurat menggambarkan kebangkitan dan kejatuhan empat kerajaan besar dunia ini, bahkan sampai ke zaman kita (zaman kaki dan jari-jari kaki pada patung itu), yang secara jelas merujuk pada bangsa-bangsa Eropa modern, yang, sebagaimana diajarkan nubuat dengan begitu jelas, "mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat" (Dan. 2: 43).
Sungguh prediksi yang menakjubkan tentang Eropa, bahkan sampai hari ini, di mana meskipun terjadi pernikahan silang dan segala upaya penyatuan, benua itu tetap menjadi negara-negara yang terpisah dengan hukum, adat istiadat, dan tradisi yang terpisah. Ketika bahkan beberapa tahun sebelum jatuhnya Uni Soviet, tidak ada badan intelijen yang melihat kejatuhan itu akan terjadi, prediksi Daniel memberi kita alasan yang kuat untuk mempercayai nabi-nabi Allah.
Semua kerajaan dalam Daniel 2 datang dan pergi seperti yang diprediksi. Apakah yang seharusnya dikatakan hal ini kepada kita tentang memercayai nubuatan tersebut, yang berbicara tentang kerajaan kekal Allah yang akan datang berikutnya (Dan. 2: 44)?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat