Triwulan 4 Pelajaran 2, 2026.
Yesaya, seorang nabi besar dalam Perjanjian Lama, menerima panggilannya untuk pelayanan kenabian langsung dari Allah (lihat Yes. 6: 1-8). Terpesona oleh kekudusan dan keagungan Allah, Yesaya menyadari ketidaklayakannya. Pada saat itu, seorang serafim terbang kepada Yesaya dengan membawa bara api dari mezbah surgawi dan "menghapus" dosa-dosanya. Allah kemudian bertanya, "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Jawaban Yesaya seharusnya menjadi jawaban kita: "Ini aku, utuslah aku!" (Yes. 6: 8).
Panggilan Yesaya datang pada titik penting dalam sejarah Israel. Terlepas dari kegagalannya sendiri, tugas untuk memperingatkan Israel dan para pemimpinnya tentang dosa-dosa mereka sangatlah penting. Nubuatan Yesaya adalah bagian-bagian Alkitab yang penting, memberikan wawasan yang mendalam tentang sifat Allah, sifat manusia, dan rencana keselamatan yang sedang disingkapkan. Faktanya, apa yang tak diragukan lagi merupakan nubuatan paling kuat yang menggambarkan bukan hanya kematian Yesus, melainkan juga apa yang dilakukan kematian itu bagi dunia, ditemukan dalam Yesaya, pasal 53 yang terkenal itu.
Bacalah Yesaya 53. Bagaimanakah nubuatan yang luar biasa ini, yang ditulis lebih dari setengah milenium sebelum salib, mengungkapkan dengan begitu kuat kematian Kristus bagi kita? Apakah yang seharusnya diajarkan nubuatan ini kepada kita tentang karunia nubuat?
Nubuatan Yesaya meramalkan tujuan dan misi Mesias (Yes. 53: 3-5). Nubuatan itu menjelaskan mengapa Kristus "seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian" (Yes. 53: 7) dan bagaimanakah pengorbanan penebusan-Nya Menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Aspek pengganti dari kematian Kristus digambarkan dengan sangat eksplisit di sana, menunjukkan dasar penebusan yang dibuat bagi seluruh umat manusia.
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian" (Yes. 53: 6).
Sifat dosa yang universal digambarkan di sini; sifat universal Salib, solusi bagi dosa, juga digambarkan di sini. Pasal ini, mungkin lebih dari pasal lainnya baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, menunjukkan rencana keselamatan dalam istilah-istilah yang begitu jelas dan tidak ambigu.
Namun, panggilan kenabian Yesaya tidaklah mudah. Orang-orang menganggap prediksi kehancuran mereka yang mengerikan itu tidak masuk akal, seperti yang dilakukan banyak orang saat ini ketika diperingatkan tentang konsekuensi dosa (Rm. 6: 23). Suara kenabian Yesaya untuk zamannya dan zaman kita sangat jelas (lihat Yes. 2: 4, Yes. 5: 20). Penolakan bangsa itu untuk mempraktikkan keadilan dan reformasilah yang menyebabkan kehancuran Yerusalem. Dosa yang sama akan menandai kehancuran penduduk bumi yang jahat ketika Kristus kembali.
Kembalilah membaca Yesaya 53 dan tandai segala sesuatu yang Yesus lakukan bagi kita, sebagaimana digambarkan dalam ayat-ayat tersebut. Pengharapan besar apakah yang dapat Anda ambil bagi diri Anda sendiri dari apa yang telah diungkapkan nabi tentang apa yang telah dilakukan kematian Kristus bagi kita?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat