Triwulan 4 Pelajaran 2, 2026.
Bacalah 1 Raja-raja 18: 19–39. Apakah yang dapat kita lihat dari kisah ini tentang bagaimana jabatan kenabian dapat bekerja?
Panggilan dan cara bicara Elia mencerminkan perannya sebagai utusan Allah. Untuk menghentikan kemurtadan Israel, Allah mengutus Elia kepada Raja Ahab untuk mengumumkan kekeringan selama beberapa tahun. Allah menggunakan penderitaan ini untuk memalingkan umat-Nya dari penyembahan berhala dan kembali kepada ketaatan. Raja dan negara menyalahkan nabi Elia atas kesengsaraan mereka dan berusaha membunuhnya.
Di Gunung Karmel, Elia berkonfrontasi dengan nabi-nabi Baal dan Asyera. Utusan Allah menyampaikan seruan yang dipenuhi Roh kepada Israel yang menyembah berhala untuk meninggalkan dewa-dewa palsu mereka dan kembali kepada Tuhan. Orang-orang tahu bahwa pilihan mereka telah membawa mereka ke dalam kemurtadan nasional. Mereka kini siap untuk kembali memeluk Allahnya Elia, yang telah terbukti lebih unggul daripada dewa-dewa palsu mereka, yang pada kenyataannya, bahkan tidak ada.
Tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, Allah memerintahkan gereja-Nya untuk memberitakan kembali pekabaran Elia, dan agar orang-orang berbalik dari "berhala-berhala" mereka dan bersiap untuk berdiri pada hari Tuhan yang besar itu. Allah masih berkomunikasi dengan umat-Nya melalui saluran-saluran yang telah Ia pilih. Firman-Nya dan karunia nubuat memberikan nasihat, peringatan, petunjuk, dan dorongan semangat.
"Suatu kebangunan kesalehan yang sejati di antara kita adalah kebutuhan yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Untuk mengusahakan hal ini haruslah menjadi pekerjaan kita yang terutama. Harus ada usaha yang sungguh-sungguh untuk memperoleh berkat Tuhan, bukan karena Allah tidak mau melimpahkan berkat-Nya kepada kita, tetapi karena kita tidak siap untuk menerimanya" -Ellen G. White, Selected Messages, jld. 1, hlm. 121.
Bacalah Maleakhi 4: 5, 6. Bagaimanakah pekabaran Elia berdampak pada rumah tangga orang-orang yang mengikut Allah?
Kebangunan rohani yang sejati dimulai di dalam hati dan rumah tangga. Keluarga adalah batu penjuru gereja dan bahan bangunan yang tak tergantikan bagi komunitas. Kebangunan rohani di rumah tangga menyebarkan kasih surgawi ke gereja, komunitas, dan bangsa. Inilah tujuan Allah bagi rumah tangga Kristen. Kebangunan rohani juga memotivasi umat Allah untuk bermisi.
Jenis berhala apa sajakah, jika ada, yang eksis di rumah, hati, dan gereja kita saat ini?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat