Triwulan 3 Pelajaran 4, 2026.
Bacalah Tulisan Ellen G. White, "Suatu Pekabaran Amaran dan Permohonan", dalam buku Kisah Para Rasul (1999), hlm. 251–259.
Menariknya, dalam daftar kejahatan di 1 Korintus 5: 10, 11 dan 1 Korintus 6: 9, 10, penyembahan berhala dan kemabukan tercantum bersama dengan percabulan. Seperti yang diingat Paulus dalam 1 Korintus 10: 7 (bandingkan dengan Kel. 32: 1–6), pesta penyembahan berhala biasanya ditandai dengan makan dan minum berlebihan, yang membuka pintu bagi percabulan (1 Kor. 10: 8). Ellen G. White mengatakan:
"Tidak mungkin bagi siapa pun untuk menikmati berkat pengudusan sementara mereka egois dan rakus. ... Kekuatan konstitusi manusia untuk menahan penyalahgunaan yang ditimpakan padanya sangat luar biasa, tetapi kebiasaan salah yang terus-menerus dalam makan dan minum berlebihan akan melemahkan setiap fungsi tubuh. Dalam pemuasan nafsu makan dan hasrat yang menyimpang, bahkan orang-orang yang mengaku Kristen pun melumpuhkan pekerjaan alam dalam dirinya dan mengurangi kekuatan fisik, mental, dan moral"—Ellen G. White, The Sanctified Life, hlm. 25, 26.
"Ketika seseorang sepenuhnya dikosongkan dari diri sendiri, ketika setiap allah palsu dibuang dari jiwa, kekosongan itu diisi oleh masuknya Roh Kristus. Orang seperti itu memiliki iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa dari setiap pencemaran moral dan rohani"—Ellen G. White, The Home Missionary, November 1889.
"Allah sedang berusaha untuk mengangkat kita ke standar-Nya yang tinggi, murni, dan surgawi. Untuk tujuan ini, Roh-Nya terus-menerus berjuang bersama kita. ... Kecenderungan alami kita, kecuali dikoreksi oleh Roh Kudus Allah, memiliki benih-benih kematian moral di dalamnya"—Ellen G. White, Manuscript 12, 1888.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Banyak orang percaya di Korintus menunjukkan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari budaya sekitar. Mengapa hal itu sangat berbahaya bagi identitas Kristen? Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah diri kita melakukan kesalahan yang sama?
2. Pertanyaan retoris Paulus "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus?" (1 Kor. 6: 19) menutup serangkaian lima pertanyaan dalam 1 Korintus 5–6 yang diawali dengan rumusan "Tidak tahukah kamu?" (1 Kor. 5: 6; 1 Kor. 6: 2, 3, 9, 15, 16, 19). Semuanya menuntut jawaban yang tegas dan meyakinkan—sesuatu seperti "Tentu saja kamu tahu." Bagaimanakah pertanyaan-pertanyaan ini membantu kita memahami keprihatinan Paulus terhadap jemaat? Mengapa kita juga harus prihatin dengan isu-isu ini hari ini?
3. Pernikahan berasal dari Allah (Kej. 1: 27, 28; Kej. 2: 18–24) dan harus dihormati (Ibr. 13: 4). Di masa ketika banyak orang menganggapnya ketinggalan zaman, bagaimana kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa pernikahan benar-benar sebuah karunia dari Allah, langsung dari Eden itu sendiri?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat