Triwulan 2 Pelajaran 3, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 16 April 2026.

Pandanglah Dia


Bacalah kembali Lukas 22: 27. Apakah pesan utama bagi semua pengikut Kristus yang terdapat di sini?

Sangat berbeda dengan keinginan para murid untuk menjadi yang paling besar dan keyakinan mereka bahwa mereka lebih baik daripada yang lain, kita melihat Yesus teladan utama dari kerendahan hati. Yesus berkata: "Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan" (Lukas. 22: 27). Yesus, yang setiap hari memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan di sekeliling-Nya karena Dia dipenuhi oleh belas kasihan dan melihat orang banyak seperti domba yang tidak memiliki gembala. Ia tahu bahwa umat manusia membutuhkan Dia lebih dari apa pun dalam hidup ini, meskipun hanya sedikit yang menyadari kebenaran yang sederhana ini. Yesus, yang meninggalkan surga untuk mati bagi umat manusia, dengan harapan bahwa mereka akan mengerti tindakan kasih karunia-Nya dan merespons undangan-Nya untuk memiliki hubungan dengan-Nya.

Bacalah Filipi 2: 3-8. Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan kepada kita tentang bagaimana seharusnya kita hidup dalam terang salib Kristus?

Yesus telah melakukan segalanya. Dia menanggung segalanya. Ketika kita berhenti sejenak dan benar-benar memandang Dia-dengan tulus dan murni— kita tidak bisa tidak menyadari betapa najis dan kotornya diri kita, dan betapa kita sangat membutuhkan Dia dalam hidup kita saat ini.

Ketika kita memandang kepada-Nya, segalanya yang lain (terutama diri kita sendiri dan anggapan kita akan kehebatan diri) menjadi sangat tidak berarti. Siapa Yesus itu, apa yang telah Dia lakukan, dan betapa besar kasih-Nya kepada ciptaan-Nya menjadi pusat segalanya. Diri kita pasti akan lenyap saat kita memandang kepada-Nya.

Yesus. Betapa indah dan dahsyat nama itu. Ia adalah lambang sejati dari kerendahan hati. Ketika hati kita terbuka dan belajar tentang Dia, ketika kita memahami apa yang telah Dia lakukan bagi kita, dan ketika kita membiarkan firman kehidupan-Nya meresap ke dalam pikiran kita, kita akan menyadari betapa sombong dan celakanya diri kita sebenarnya. Jika para murid-Nya sendiri yang hidup bersama dan belajar langsung dari-Nya masih bergumul dengan kesombongan, maka kita pun tidak dapat menipu diri sendiri bahwa kita berbeda. Pada akhirnya, kita hanya dapat bertumbuh dalam hubungan dengan Yesus jika kita hidup dalam kerendahan hati.

Luangkan waktu lebih bersama-Nya sekarang. Ambillah Alkitab Anda, sebuah pena, dan buku catatan atau selembar kertas, lalu carilah tempat yang tenang mungkin di luar ruangan. Undanglah Allah untuk melembutkan dan berbicara kepada hati Anda. Tulislah Mazmur 138 kata demi kata. Saat Anda menulis, kata-kata apakah yang paling menonjol dan menyentuh hati Anda?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp