Triwulan 2 Pelajaran 3, 2026.
Dua orang laki-laki pergi ke gereja untuk berdoa. Yang satu adalah seorang ketua jemaat yang dihormati, berdiri di depan sebelum kebaktian dimulai, di hadapan jemaat agar mereka dapat melihatnya. Ia berdoa dengan suara keras, mengucap syukur kepada Allah atas kebaikan dirinya sendiri yang ia anggap benar. Yang satu lagi adalah orang yang terpinggirkan dari masyarakat, berdiri di bagian paling belakang gereja. Matanya basah oleh air mata karena beban dosa yang menekan pundaknya. Di sudut belakang gereja, ia berlutut dan berbisik dengan penuh keputusasaan, "Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa ini!"
Bacalah Lukas 18: 9-14. Apakah pendapat Anda tentang kedua orang ini? Apakah pendapat Yesus? Pelajaran penting apakah yang bisa kita ambil dari kisah ini?
Sangat mudah bagi kita untuk meninggikan diri. Kadang-kadang sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk memberi tahu orang lain tentang pencapaian kita dan betapa hebatnya kita. Namun, hal-hal semacam itu, pada dasarnya, tidak ada artinya di mata surga. Bahkan, hal ini justru berlawanan dengan apa yang sering kita pikirkan, karena “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Lukas 18: 14). Yesus juga menasihati kita untuk mengambil tempat yang paling rendah, dan membiarkan tuan rumah yang meninggikan kita jika ia menghendakinya (lihat Lukas 14: 8-10). Kerajaan terbalik yang diajarkan Yesus ini benar-benar bertolak belakang dengan apa yang biasanya kita harapkan. "Hanya orang yang menyadari dirinya sebagai orang yang berdosa yang dapat diselamatkan oleh Kristus" - Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 117.
Saat pertama kali kita menyadari keadaan kita yang sesungguhnya sebagai orang berdosa dan kebutuhan kita yang mendesak akan Kristus, kita dapat datang kepada-Nya dengan keyakinan, karena "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).
Semakin dekat kita kepada Kristus, semakin kita menyadari keberdosaan dan ketidaklayakan kita. "Dalam satu cara saja pengetahuan yang benar tentang diri bisa diperoleh. Kita harus memandang kepada Kristus. Karena tidak mengenal Dia menjadikan orang merasa diri tinggi dalam kebenarannya sendiri"Membina Kehidupan Abadi, hlm. 159.
Jadi, apa pandangan Allah tentang orang yang sombong? 1 Petrus 5: 5 memberitahukan kepada kita bahwa "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Tidak bisa lebih jelas dari itu.
Kapan terakhir kali Anda mengalami kasih karunia Allah dalam hidup Anda? (Sesungguhnya, kita seharusnya mengalami kasih karunia ini setiap hari.) Kita juga harus menunjukkan kasih karunia kepada orang lain. Luangkan waktu untuk berdoa saat ini juga, memohon kepada Allah agar merendahkan hati Anda di bawah tangan-Nya yang kuat, supaya hanya Dia yang meninggikan Anda pada waktu yang telah ditetapkan-Nya.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat