Triwulan 2 Pelajaran 3, 2026.
Aula megah istana Mesir dipenuhi dengan kemewahan, kesenangan, dan kenyamanan. "Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya" (Kisah Para Rasul 7:22). Hidup dalam kekuasaan, kekayaan, dan popularitas ada dalam genggamannya, namun Musa memilih jalan yang sangat berbeda. "Sebagai ahli sejarah, ahli sastra, ahli filsafat, panglima tentara dan ahli hukum, ia berdiri tanpa bandingan. Namun demikian, sekalipun dunia ada pada jangkauannya, ia mempunyai kekuatan akhlak untuk menolak harapan akan kekayaan, kebesaran dan kemasyhuran, “ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" Ellen G. White, Sejarah Para Nabi (1999), jld. 1, hlm. 288–289.
Apakah yang dikatakan Ibrani 11: 24-26 tentang alasan Musa memilih jalan yang berbeda dan merendahkan dirinya?
Kerendahan hati Musa di kemudian hari sungguh luar biasa, mengingat siapa dia dulunya-seorang laki-laki yang sangat berkuasa dan berasal dari latar belakang yang agung. Namun, melalui tindakan berdosa yang impulsif (Keluaran 2:12), ia kehilangan kepercayaan diri dan rasa cukup pada dirinya sendiri. Dengan gunung-gunung sebagai dinding ruang kelasnya dan kesombongan yang disingkirkan, selama 40 tahun Musa diajar oleh Allah tentang hal-hal yang perlu diketahui untuk memimpin suatu bangsa keluar dari perbudakan menuju Tanah Perjanjian. Kuasa dan kekayaan dari kehidupan lama yang mungkin ia miliki di Mesir menjadi tidak berarti jika dibandingkan dengan kekekalan. Allah memanggilnya secara sangat spesifik dan Musa menaati-Nya.
Mungkin yang paling penting berkaitan dengan topik ini, Bilangan 12: 3 menyatakan: "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." Musa, salah satu tokoh besar dalam Alkitab, dikenal karena kerendahan hati dan kelembutannya. Renungkan betapa berbeda kehidupan dan kepemimpinan Musa seandainya kesombongan masuk ke dalam setiap peristiwa besar dalam hidupnya: semak belukar yang menyala, tulah-tulah di Mesir, menyeberangi Laut Merah, manna turun dari langit, berbicara langsung dengan Allah, menerima Sepuluh Perintah Allah, dan mendengar suara Allah setelah Musa memukul batu karang.
Renungkan kembali perjalanan hidup Anda. Jika seseorang menggambarkan diri Anda, apakah mereka akan menggunakan kata "rendah hati" atau "lemah lembut" dalam daftar sifatmu? Mengapa atau mengapa tidak? Kenyataannya adalah kita tidak bisa menjadi rendah hati dengan kekuatan kita sendiri. Dosa adalah bagian dari hidup kita, dan karena itulah kita sangat membutuhkan Yesus. Dengarkan atau bacalah lirik lagu "I'd Rather Have Jesus" (Aku Lebih Memilih Yesus), dan renungkan kata-kata tersebut dalam hubungannya dengan kehidupan Musa dan dengan hidup Anda sendiri.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat