Triwulan 2 Pelajaran 3, 2026.
Bayangkan diri Anda sebagai seorang murid Yesus. Anda bepergian bersama-Nya, makan bersama-Nya, tidur dekat dengan-Nya, dan belajar dari-Nya saat Dia mengubah begitu banyak kehidupan―termasuk hidup Anda sendiri. Orang-orang berbondong-bondong mengikuti-Nya, dan Anda mulai menyadari betapa istimewanya ketika Dia memilih Anda menjadi salah satu dari 12 murid terdekat-Nya. Lalu Anda mulai bertanya-tanya: Siapakah sebenarnya yang paling besar di antara semua murid?
Dalam Lukas 22: 24-27, bacalah tanggapan Yesus terhadap perselisihan para murid tentang arti kehebatan atau kebesaran. Pernyataan manakah yang paling menangkap inti pesan Yesus di ayat ini?
Orang mungkin berpikir bahwa setelah begitu lama dekat dengan Yesus, perdebatan semacam ini akan menjadi hal terakhir yang mereka pikirkan. Namun, kenyataannya tidak demikian.
Alih-alih merasa puas dengan panggilan mereka, kesombongan muncul dalam hati mereka-hingga masing-masing mulai menganggap dirinya lebih baik daripada yang lain. Sangat mudah membiarkan pikiran seperti itu menguasai benak kita. Tetapi kita diberitahu bahwa:
"Tidak ada perkara yang begitu menyakitkan hati Allah, atau begitu berbahaya kepada jiwa manusia, seperti keangkuhan dan merasa diri kuat. Dari semua dosa-dosa inilah dosa yang paling tidak berpengharapan dan paling susah diperbaiki"-Membina Kehidupan Abadi, hlm. 114.
Ini adalah hal yang sangat serius bagi kita. Kesombongan kita lebih menyakiti hati Allah daripada apa pun, dan ini adalah sifat karakter yang sangat sulit diatasi karena sering kali kita bahkan tidak menyadari bahwa itu ada. Dalam keadaan merasa cukup diri, kita memilih untuk tidak mengevaluasi diri-karena jelas kesombongan telah menjadi raja. Kita perlu berhenti sejenak, memeriksa diri, dan memohon agar Allah membuka mata kita terhadap keadaan kita yang sebenarnya, karena bisa jadi kesombongan adalah faktor utama yang menghalangi kita dari hubungan yang dekat dengan Allah hari ini.
Jika Anda menyadari bahwa hanya Allah yang dapat bekerja untuk menghapuskan kesombongan dan keegoisan dari jiwa Anda, berhentilah sejenak dan ucapkan doa ini sekarang juga: "Tuhan, terimalah hatiku karena aku tidak dapat mengalahkannya, ia adalah milik-Mu. Jadikanlah suci, karena aku tak dapat mempertahankannya demikian bagimu. Selamatkanlah aku kendatipun diriku lemah, yang tidak seperti Kristus. Bentuklah aku, tempalah aku, angkatlah aku ke dalam suasana yang murni dan suci, di mana aliran kekayaan kasih-Mu dapat mengalir melalui jiwaku"-Membina Kehidupan Abadi, hlm. 118.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat