Triwulan 2 Pelajaran 11, 2026. 


Download Powerpoint




Senin, 8 Juni 2026.

Disembuhkan


Bayangkan kerumunan orang di pantai Galilea. Mereka telah menunggu Yesus kembali sejak pagi hari, dan ketika Ia melangkah keluar dari perahu, mereka berdesakan di sekeliling-Nya, mengikuti-Nya ke desa Kapernaum. Tiba-tiba, Yairus, kepala rumah ibadat, muncul dan memohon kepada Yesus untuk datang menyembuhkan anak perempuannya.

Di antara kerumunan itu ada seorang perempuan yang telah sakit selama bertahun-tahun. Ia telah menghabiskan seluruh uangnya untuk berobat, tetapi "sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk" (Markus 5:26). Ia telah mendengar tentang Pribadi agung dari Galilea ini dan, dengan harapan di hatinya, mengumpulkan sisa tenaga untuk keluar rumah pagi itu dan bergabung dengan kerumunan. Desakan orang-orang hampir membuatnya sesak napas saat ia merayap mendekati Yesus. Dan kemudian, di tengah dorongan dan desakan, ia melihat-Nya. Ia menguatkan dirinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh" (Markus 5:28).

Bacalah Markus 5: 21-34. Apakah yang terjadi dan apakah yang bisa kita pelajari?

Kejadian ini menunjukkan kepedulian dan belas kasih Yesus terhadap orang sakit dan kesepian-mereka yang biasanya terabaikan dalam kerumunan. Banyak orang hari itu berdesakan dekat dengan Yesus, tetapi hanya satu yang secara sengaja menjamah-Nya untuk menerima berkat yang sangat ia butuhkan. Namun, bukan sentuhan itu yang menyembuhkannya; melainkan imannya yang menyembuhkannya (Markus 5:34). "Juruselamat dapat membedakan jamahan iman dari sentuhan yang kebetulan oleh orang banyak yang kurang peduli❞— Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 1, hlm. 371. Jubah Yesus tidak memiliki kuasa khusus; sebaliknya, iman perempuan itu dan keputusannya untuk menjamah Yesus yang menyembuhkannya.

Perempuan lemah itu, dalam penderitaan dan kesusahannya, bisa saja tetap di ranjangnya pagi itu, namun ia dengan sengaja dan penuh harapan mencari Yesus untuk menjalin hubungan demi kesembuhan. Melihat-Nya dari kejauhan tidak cukup; ia datang mendekat.

Yesus memanggil kita melakukan hal yang sama hari ini. Ia berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Matius 11:28-29).

Bagaimanakah perempuan ini menjelaskan gagasan dalam Roma 5: 3-5? Seperti apa penerapannya dalam hidup Anda?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp