Triwulan 2 Pelajaran 11, 2026. 


Download Powerpoint




Sabtu, 6 Juni 2026.

KEMUNDURAN


Untuk Pelajaran Pekan Ini Bacalah: Markus 4:35-41; Markus 5:21-34; Roma 5:3-5; Ayub 19:23-27; Ayub 23:8-12; Lukas 24: 13-27; Roma 8:18, 28.

AYAT HAFALAN: ""Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Roma 5: 3-5).

Suatu malam, ketika matahari mulai tenggelam di balik cakrawala, seorang gadis muda sedang berjalan pulang ketika badai gelap mulai datang. Ia mempercepat langkahnya, sadar masih ada jarak yang harus ditempuh. Tetesan hujan pertama mengenai pipinya, lalu yang kedua, dan sebelum ia menyadarinya, ia sudah basah kuyup. Ia mulai berlari sampai membuka pintu rumahnya, ayahnya berlari menyambut dari jendela depan. Saat ia membalutkan selimut ke bahu anaknya, sang ayah bertanya, "Tadi aku melihatmu di tengah hujan. Mengapa setiap kali kilat menyambar, kamu berhenti berlari dan malah mendongak sambil tersenyum?"

"Oh, aku berhenti dan melihat ke atas," jawab gadis itu, "karena Allah sedang mengambil gambarku!"

Bagaimana respons kita saat badai kehidupan datang atau ketika kita mengalami kemunduran dalam hubungan kita dengan Allah? Apakah kita menundukkan kepala saat hujan membasahi punggung kita, ataukah kita melihat ke atas, dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah hadir saat kita mengarahkan wajah kita kepada-Nya?

Pekan ini, kita akan menjelajahi beberapa respons umum saat hidup menjadi sulit. Kita akan mempertimbangkan bagaimana kemunduran dalam hidup dapat digunakan untuk memperkuat-bukan melemahkan hubungan kita yang paling penting.



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp