Triwulan 1 Pelajaran 11, 2026.
Kepedulian Paulus terhadap kedamaian dan keharmonisan dalam gereja terlihat dengan jelas dalam ayat-ayat terakhir Kolose pasal 3. Kita telah membahas damai sejahtera Allah secara lebih mendalam sebelumnya (lihat Pelajaran 7). Tidak seperti pax Romana, pax Christi bukanlah damai sejahtera yang dipaksakan dari luar, tetapi harus "menguasai" kita dari dalam. Hal ini hanya dapat terjadi jika Kristus berkuasa atas hidup kita.
Bacalah Kolose 3: 16, 17. Apakah yang secara khusus menjadikan Kristus penguasa hidup kita, dan bagaimanakah musik berperan dalam hal ini?
Gaya bahasanya sangat mendetail. Ayat ini menggambarkan firman Kristus yang berdiam di dalam kita. Hal itu terjadi ketika kita membaca Alkitab dengan saksama untuk mendengar dan belajar dari hikmat Allah. Tampaknya, meskipun teks Yunani memiliki makna yang agak samar, musik memainkan peran penting dalam "mengajar dan menegur satu sama lain" (Kol. 3: 16).
Namun, bukan sembarang musik. Paulus menggunakan istilah yang sangat spesifik, baik di sini maupun dalam Efesus 5: 19: “mazmur, dan puji-pujian serta nyanyian rohani."
Meskipun kita tidak dapat memastikan, tampaknya ada perbedaan yang dibuat antara kumpulan mazmur dalam Perjanjian Lama yang sudah ada dan kumpulan puji-pujian dalam Perjanjian Baru yang sedang berkembang. "Nyanyian rohani" mungkin merupakan istilah yang lebih umum untuk lagu-lagu pujian yang berkaitan dengan kehidupan rohani atau kehidupan gereja. Kata-kata dari lagu-lagu ini berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan kebenaran dan memberikan pengajaran tentang bagaimana menjalani hidup baru sebagai orang Kristen. Banyak lagu pujian besar dari beberapa abad terakhir memiliki pesan harapan dan kepastian yang sangat menguatkan, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam dunia yang begitu mudah membuat kita terpuruk.
Pengaruh musik sangatlah kuat. Permainan kecapi Daud memiliki efek menenangkan bagi Raja Saul (1 Sam. 16: 23). Namun, ketika Daud menjadi saingannya, amarah dan kebencian Saul semakin memuncak (1 Sam. 18: 10, 11). Musik klasik yang menenangkan telah terbukti secara klinis dapat mengurangi kecemasan, mengoptimalkan fungsi otak, meningkatkan relaksasi, membantu meredakan rasa sakit, dan mendorong interaksi sosial.
Siapa di antara kita yang tidak pernah menyaksikan sendiri betapa kuatnya pengaruh musik, baik secara positif maupun negatif, terhadap emosi dan pikiran kita? Musik yang tepat dapat mengangkat kerohanian.
Kita diingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan, "lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus" (Kol. 3: 17). Dapatkah Anda dengan jujur mengatakan bahwa Anda sudah melakukannya? Jika belum, bagaimanakah Anda bisa berubah; Dengan kata lain, Hal apakah yang harus Anda tinggalkan jika tidak bisa melakukannya dalam nama Tuhan?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat