Triwulan 1 Pelajaran 11, 2026.
Bacalah Kolose 3: 6-11. Bagaimanakah Paulus melanjutkan alur pemikirannya ini?
Kata-kata awal dalam Kolose 3: 8 menandai perubahan dramatis dan tegas dari kematian menuju kehidupan: "Tetapi sekarang." Kata “sekarang" dalam bahasa Yunani memiliki penekanan khusus. Sekarang, yaitu karena kamu telah dibangkitkan bersama Kristus dan mencari perkara-perkara yang di atas, hidupmu saat ini harus menunjukkan perbedaan yang jelas dengan kehidupanmu yang dahulu. Setelah mematikan "segala sesuatu yang duniawi" (Kol. 3: 5), "sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu" (Kol. 3: 8).
Baik amarah maupun murka dapat menggambarkan respons kebenaran Allah terhadap dosa (seperti yang disinggung kemarin), sebagaimana juga yang ditunjukkan oleh Yesus (Mrk. 3: 5; Why. 6: 16). Sebaliknya, kita didorong untuk "cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" (Yak. 1: 19-20). Kedengkian mengharapkan kemalangan bagi orang lain. Fitnah bertujuan untuk mencemarkan nama baik. Paulus juga mengutuk kata-kata kotor dan tidak senonoh. Akhirnya, "berbohong satu sama lain dilarang" (bandingkan Imamat 19: 11, 18), karena “kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya" (Kol. 3: 9).
Apa yang Paulus maksud dengan "manusia lama" sebagai lawan dari "manusia baru"? Lihat Roma 6: 6 dan Efesus 4: 22-24.
Kata kerja yang digunakan Paulus untuk menggambarkan perubahan dari manusia lama ke manusia baru mengandung kiasan tentang pakaian, seolah-olah seseorang menanggalkan pakaian lama yang kotor dan mengenakan pakaian putih yang baru (bandingkan Za. 3: 4). Perbedaan lama/baru yang serupa, juga ditemukan dalam konteks Perjanjian Lama dan Baru, yang masing-masing dicirikan oleh hukum yang tertulis secara lahiriah dan oleh hukum yang ditulis oleh Roh di dalam hati (2 Kor. 3: 4-18).
Metafora-metafora ini menggambarkan pertobatan dan dampaknya, yang oleh Paulus disebut sebagai “ciptaan baru” (2 Kor. 5: 17). Kita “diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kol. 3: 10), yang adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kolose 1: 15). Memperoleh pengetahuan akan Kristus melalui Firman-Nya mengubah kita "menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Kor. 3: 18). Dengan demikian, kita tidak lagi terikat oleh batas-batas etnis, geografis, dan sosial (Kol. 3: 11), karena kita adalah warga dari kerajaan yang lebih mulia.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat