Triwulan 1 Pelajaran 11, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 11 Maret 2026.

Karakter Kehidupan Baru


Setelah menjelaskan kebiasaan buruk dan sifat negatif yang disingkirkan ketika kita datang kepada Kristus, Paulus kemudian beralih ke hal-hal yang positif seperti berpindah dari kegelapan kepada terang.

Bacalah Kolose 3: 12-14. Bagaimanakah orang-orang percaya digambarkan, dan menurut Anda, bagaimanakah hal itu berkaitan dengan sifat-sifat yang harus mereka "kenakan"?

Seperti Israel, yang dipanggil oleh Allah untuk menjadi umat pilihan-Nya dan memantulkan karakter-Nya, orang-orang yang percaya kepada Yesus adalah "orang-orang pilihan Allah" (Kol. 3: 12), atau umat "pilihan-Nya” (ESV). Namun, tidak semua orang hidup sesuai dengan panggilan ini. Seperti yang dikatakan Yesus, "banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (Mat. 22: 14; bandingkan Mat. 24: 22, 24, 31). Rujukan Paulus mengenai "umat pilihan" memiliki makna yang sama (Rm. 8: 33; 2 Tim. 2: 10). Demikian juga, seperti Israel, orang percaya juga "dikasihi" oleh Allah dan "kudus” (Ul. 7: 6-8). Hak istimewa ini membawa tanggung jawab penting: "supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib memberitakan perbuatan-perbuatan besar Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Ptr: 2: 9). Dan kita melakukannya melalui cara hidup kita saat ini.

Delapan sifat yang disebutkan oleh Paulus adalah daftar yang luar biasa! "belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran; sabar terhadap yang lain, saling mengampuni," serta "di atas semuanya ... kasih" (Kol. 3: 12-14). Sifat-sifat ini bersumber semata-mata dari hati yang telah menyatu dengan Kristus, karena sifat-sifat tersebut mencerminkan karakter Allah dan bagaimana Dia memperlakukan kita. Kita dipanggil untuk mengampuni orang lain, "sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu" (Kol. 3: 13). Kasih adalah "pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan" (Kol. 3: 14), karena kasih-Nya kepada kita mengikat kita kepada-Nya dan memampukan kita untuk benar-benar mengasihi orang lain (1 Yoh. 4: 11, 12).

Sifat-sifat ini memengaruhi hubungan kita dalam dua cara. Pertama, menunjukkan kasih, kemurahan hati, kebaikan, dan pengampunan kepada orang lain membawa berkat bagi kita dan mereka. Mengasihi dan memberkati orang lain memberikan kepuasan bagi kita. Biasanya, orang akan membalas kebaikan kita, dan kita pun terus menerima belas kasihan serta pengampunan dari Allah (Mat. 5: 7; Mat. 6: 14). Kedua, dan yang lebih penting, hal ini memuliakan Allah dan dapat mendorong orang lain untuk percaya dan mengikuti Yesus, karena itu menunjukkan kuasa anugerah Ilahi. "Tidak ada pengaruh lain yang menyelubungi jiwa manusia mempunyai kuasa sedemikian sebagaimana pengaruh satu kehidupan yang tidak mementingkan diri. Argumentasi terkuat tentang kabar selamat ialah seorang pengikut Tuhan yang mencintai dan dicintai"-Ellen G. White, Hidup yang Terbaik, hlm. 436.

Seberapa baik Anda mewakili Yesus dalam cara Anda memperlakukan orang lain, terutama bagi mereka yang mungkin tidak bersikap baik kepada Anda?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp