Triwulan 1 Pelajaran 10, 2026. 


Download Powerpoint




Senin, 2 Maret 2026.

Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus


Tema surat Kolose merupakan salah satu prinsip paling jelas dalam menjalani kehidupan Kristen: "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kol. 2: 6). Kita menerima keselamatan dengan menerima Pribadi, bukan sekadar seperangkat ajaran. Namun, menerima Yesus juga berarti menerima semua ajaran-Nya, sebagaimana yang disampaikan melalui para rasul dan nabi dalam Alkitab (lihat Ef. 2: 20).

Lebih dari segalanya, menerima Kristus berarti mati terhadap diri sendiri, yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepada Kristus yang hidup.

Firman yang hidup (Yesus) tidak dapat dipisahkan dari Firman yang tertulis (Alkitab). Keduanya adalah dua sisi mata uang yang sama. Faktanya, hanya melalui Kitab Suci kita dapat mengenal Yesus. Kita “hidup” atau menjalani kehidupan kita "di dalam Dia," yang berarti bahwa kita membiarkan Firman-Nya dan Roh-Nya membimbing kita dalam semua keputusan dan tindakan kita.

Dalam Kolose 2: 7; Paulus menggunakan metafora umum dalam Alkitab yang menyamakan orang Kristen dengan tanaman. Kita berakar di dalam Kristus dengan menerima-Nya sebagai Juruselamat dan mengatur hidup kita sesuai dengan Firman-Nya. Begitulah cara kita menjadi “teguh dalam iman."

Bagaimanakah ayat-ayat berikut menerangkan metafora tanaman sebagai simbol orang percaya? (Lihat Yes. 61: 3; Mat. 3: 10; Luk. 8: 11-15; 1 Kor. 3: 6.)

Paulus dengan jelas menguraikan dua pilihan yang tersedia bagi orang percaya. Yang pertama adalah tetap menjadi “tanaman TUHAN” (Yes. 61: 3) dan terus menjadi sempurna di dalam Kristus dengan berpegang teguh kepada-Nya dan ajaran-Nya. Yang kedua dapat disamakan dengan tanaman buatan yang mungkin kelihatan seperti nyata tetapi sesungguhnya tidak memiliki kehidupan. Dengan mengadopsi filsafat dan tradisi manusia, kita menjadi “tawanan” (Kol. 2: 8). Meskipun Kristus telah membebaskan kita, masih ada kemungkinan untuk kembali diperbudak oleh kuk perhambaan (Gal. 5: 1; bandingkan Kis. 15: 10).

Singkatnya, menerima ajaran yang tidak alkitabiah berarti menolak Kristus karena mereka yang menerima ajaran palsu, sayangnya, telah mengadopsi Injil yang berbeda dan telah menerima otoritas manusia di atas otoritas Kitab Suci (lihat Gal. 1: 6–9). Ini merupakan bahaya dalam gereja mula-mula dan hingga saat ini.

Bagaimanakah pengalaman pribadi Anda dalam memahami arti mati terhadap diri sendiri agar menerima Kristus? Mengapa proses ini harus berlangsung secara terus-menerus?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp