Triwulan 4 Pelajaran 1, 2026.
Salah satu konsekuensi paling menghancurkan dari dosa Adam dan Hawa adalah perpisahan dari Allah. Mereka diusir dari Taman dan tidak bisa lagi berbicara dengan Allah secara tatap muka. Nabi Yesaya menuliskan hal yang mengesankan tentang kondisi manusia yang menantang ini: "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu ... ialah segala dosamu" (Yes. 59: 2).
Sebenarnya, Adam dan Hawa masih anak-anak Allah. Namun, akibat dosa tidak dapat dihindari, dan mereka harus meninggalkan Eden. Tidak ada yang akan sama setelah ketidaktaatan mereka.
Dosa telah mengubah kehidupan manusia dalam banyak cara (lihat Kej. 3: 14-24). Namun, bagaimanakah dosa secara khusus mengubah komunikasi kita dengan Allah? (Lihat juga Kel. 19: 16-22).
Dosa mengubah seluruh kehidupan manusia dengan cara yang tidak dapat kita bayangkan, karena yang kita tahu hanyalah dunia yang berdosa. Karena dosa, tanah itu "terkutuk" dan akan menghasilkan "semak duri dan rumput duri". Manusia sekarang akan mengalami rasa sakit, dan mereka harus "berpeluh" untuk menyediakan makanan bagi diri mereka sendiri, hanya untuk akhirnya mati dan kembali ke tanah. Dari semua pengingat dosa, kematian tetap menjadi yang paling kuat. Pada saat yang sama juga, karena dosa kita kehilangan komunikasi tatap muka dengan Allah.
Namun, Adam dan Hawa dijanjikan sebuah solusi untuk menangkal kerusakan akibat dosa. Meskipun orang tua pertama kita tidak akan melihat dan berbicara kepada Allah secara langsung, mereka meninggalkan Eden dengan pengharapan untuk masa kini dan masa depan. Allah mengambil inisiatif dan menjelaskan kepada mereka rencana penyelamatan-Nya.
Kejadian 3: 15, yang disebut "Janji Injil pertama," dipenuhi dengan pengharapan bagi mereka (dan kita), terlepas dari apa yang telah terjadi. Janji tentang Penebus yang akan datang akan memberikan permusuhan saat ini terhadap dosa dan pengharapan bagi keselamatan masa depan umat manusia. Faktanya, penyediaan pakaian oleh Allah bagi Adam dan Hawa sebelum mereka meninggalkan Taman adalah tindakan simbolis yang menggambarkan penebusan masa depan mereka. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus di masa depan, persekutuan dengan Allah akan dipulihkan (Yoh. 14: 1-3).
Artinya, tepat di sana di Eden, tepat setelah masuknya dosa, umat manusia diberi pengharapan dan janji bahwa masalah dosa pada akhirnya akan diselesaikan. Segera setelah ada dosa, ada janji tentang Juruselamat.
Bagaimanakah perasaan Anda setelah melakukan sesuatu yang tidak benar? Bersalah? Malu? Membenci diri sendiri? Apakah konsekuensinya?. Bagaimanakah iman Anda kepada Allah, dan janji Injil, menjaga Anda agar tidak menyerah sepenuhnya pada iman?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat