Triwulan 4 Pelajaran 1, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 1 Oktober 2026.

Juru Bicara Allah


Apakah yang diungkapkan oleh teks-teks berikut tentang bagaimana Allah telah berbicara kepada umat manusia setelah masuknya dosa? (Bacalah Ibr. 1: 1, 2; Rm. 1: 19, 20; Bil. 12: 6; 2 Tim. 3: 16, 17; Yoh. 14: 7-9; Yoh. 10: 27-30).

Terlepas dari dosa, Allah menemukan banyak cara untuk berkomunikasi dengan manusia yang berdosa. Salah satu cara Allah menyatakan diri-Nya kepada kita adalah melalui ciptaan. Alam adalah wahyu yang kuat dari perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Para ilmuwan kagum dengan keajaiban alam semesta kita dan pada kompleksitas bahkan kehidupan yang paling "sederhana". Namun, alam juga menampilkan konsekuensi dari Kejatuhan, dengan kematian setiap makhluk hidup sebagai contoh yang paling kuat.

Cara lain Allah berbicara kepada umat manusia adalah melalui para nabiindividu-individu yang telah Ia pilih sebagai juru bicara-Nya. Sebagai contoh, Allah berbicara kepada Nuh, Abraham, Musa, dan Daniel, mengungkapkan kehendak-Nya bagi umat-Nya. Pada intinya, berbagai pekabaran nubuatan Allah adalah pengingat bahwa Ia tidak melupakan anak-anak-Nya dan masih bersama mereka Meskipun beberapa nabi menulis apa yang telah sampai kepada kita sebagai Kitab Suci, yang lain tidak pernah menulis satu pun buku dalam Alkitab.

Namun, banyak dari perkataan para nabi dikomunikasikan melalui Kitab Suci (2 Tim. 3: 16, 17). Alkitab adalah wahyu Allah sendiri. Melalui kata-kata-Nyalah kita belajar siapa Dia, melihat kasih-Nya yang tak henti-hentinya, dan menemukan tuntunan-Nya tentang bagaimana kita harus hidup.

Lebih jauh lagi, melalui Alkitablah kita mengerti siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Di sana kita menemukan tujuan Allah bagi hidup kita.

Namun, cara yang paling efektif di mana Allah berbicara kepada kita adalah melalui Yesus Kristus, yang, tentu saja, dinyatakan kepada kita di dalam Alkitab. Sebagaimana Allah mencari Adam dan Hawa di Taman Eden, demikian pula Kristus datang untuk "mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Luk. 19: 10). "Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa," kata Yesus (Yoh. 14: 9). Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Kristus menggenapi janji yang diberikan kepada Adam dan Hawa di Eden. Ia datang dan mati menggantikan kita agar kita beroleh hidup yang kekal melalui Dia.

Setelah kenaikan Yesus ke surga, Roh Kudus terus membimbing kita "ke dalam seluruh kebenaran" dan memberitakan kepada kita "hal-hal yang akan datang" (Yoh. 16: 13).

Seberapa besar penghiburan yang Anda dapatkan dari mengetahui bahwa Yesus, kasih-Nya, karakter-Nya, dan pengorbanan diri-Nya, menyatakan kepada kita seperti apa sebenarnya Allah Bapa itu?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp