Triwulan 4 Pelajaran 1, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 27 September 2026.

Komunikasi di Eden


Kejadian 1 dan 2 menceritakan kisah Penciptaan. Allah menciptakan dunia yang indah, dan di dalamnya Ia menempatkan Adam dan Hawa, puncak dari penciptaan. Manusia berbeda dari setiap makhluk lain di bumi karena mereka diciptakan "menurut gambar Allah" (Kej. 1: 27), sesuatu yang hanya dikatakan tentang mereka dan tidak, misalnya, tentang burung-burung atau hewan lainnya. Dengan demikian, mereka harus menjalani kehidupan yang berkelimpahan secara menyeluruh, mengalami kasih dalam segala bentuknya, dan berjalan dalam persekutuan dengan Allah sendiri.

Juga, kita membaca dalam Kejadian 2: 18-23 bahwa Allah menciptakan Hawa bagi Adam karena Allah berfirman, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja" (Kej. 2: 18). Maka, sejak awal, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Para sosiolog masa kini mengajarkan bahwa interaksi manusia memberikan banyak manfaat bagi kesejahteraan fisik dan mental kita, sementara kesepian adalah pembunuh.

Maka, tidak mengherankan jika setelah penciptaan Hawa, Adam berseru, "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki" (Kej. 2: 23). Struktur keluarga yang dibangun oleh satu laki-laki dan satu perempuan yang dipersatukan dalam pernikahan adalah institusi sosial pertama yang disediakan Allah bagi manusia, agar mereka dapat mengalami hubungan dan persekutuan yang menyeluruh. Tidak mengherankan jika salah satu tujuan utama Iblis selalu adalah menghancurkan dinamika dasar keluarga yang mula-mula itu.

Bacalah Kejadian 1: 27, 28; Kejadian 2: 15-17; dan Kejadian 3: 9. Jenis komunikasi apakah yang terjalin antara Allah dan manusia di Taman Eden?

Adam dan Hawa menikmati persekutuan tatap muka dengan Allah. Sebagai makhluk cerdas, mereka dapat bertemu dengan Allah dan mendengarkan instruksi-instruksi-Nya. Sebagai penatalayan taman Allah yang indah, mereka bertumbuh dalam pengetahuan dan keterampilan saat mereka merawat flora dan fauna yang hidup. Setiap hari mereka juga memiliki waktu khusus bersama Allah "pada waktu hari sejuk" (Kej. 3: 8). Hari Sabat secara khusus, bagian penting dari tindakan penciptaan Allah, dimaksudkan menjadi waktu persekutuan yang dikhususkan antara Allah dan anak-anak-Nya (Kej. 2: 2, 3; Kel. 20: 8-11). Pada hari itu, orang tua pertama kita mengalami kasih dan pemeliharaan Allah bagi mereka dengan cara yang istimewa.

Sulit bagi kita saat ini—ribuan tahun dari masa Eden—untuk membayangkan seperti apa keadaan sebelum dosa. Namun, bahkan sekarang, bagaimana alam menunjukan kembali kepada ciptaan Allah yang semula?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp