Triwulan 3 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 21 Agustus 2026.

Pendalaman


Bacalah tulisan Ellen G. White, "Umat Allah Dilepaskan", dalam buku Kemenangan Akhir (2023), hlm. 537–550.

"Keilahian Kristus merupakan jaminan hidup kekal bagi orang percaya. Yesus berkata: 'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?' Di sini Kristus memandang kepada saat kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Pada saat itulah orang benar yang sudah mati akan dibangkitkan dengan keadaan yang tidak akan binasa, dan orang benar yang masih hidup akan diubahkan ke surga tanpa melihat kematian. Mukjizat yang hendak diadakan oleh Kristus, dalam membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, akan menggambarkan kebangkitan semua orang benar yang sudah mati"—Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 157.

"Bumi berguncang dengan dahsyat saat suara Anak Allah memanggil orang-orang kudus yang tidur. Mereka menanggapi panggilan itu dan keluar dengan mengenakan keabadian dan kebakaan, sambil berseru, 'Kemenangan, kemenangan, atas maut dan kubur! Hai maut, di manakah sengatmu? Hai kubur, di manakah kemenanganmu?' (Lihat 1 Kor. 15: 55.) Kemudian orang-orang kudus yang hidup dan yang dibangkitkan mengangkat suara mereka dalam sorak-sorai kemenangan yang panjang dan menggembirakan. Tubuh-tubuh yang telah masuk ke dalam kubur dengan tanda-tanda penyakit dan kematian keluar dalam kesehatan dan kekuatan abadi. Orang-orang kudus yang hidup diubah dalam sekejap mata, dalam sekelip mata, dan diangkat bersama dengan yang dibangkitkan, dan bersama-sama mereka bertemu Tuhan mereka di angkasa. Oh, pertemuan yang begitu mulia! Sahabat-sahabat yang telah dipisahkan oleh maut dipersatukan, untuk tidak pernah berpisah lagi"—Ellen G. White, The Story of Redemption, hlm. 411, 412.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Pikirkan tentang mereka yang menjadi saksi mata kebangkitan Kristus (Kis. 1: 22, Kis. 2: 32, Kis. 3: 15, Kis. 4: 33, Kis. 5: 30–32). Bagaimanakah kita, sekitar 2.000 tahun setelah peristiwa itu, dapat menjadi "saksi" kebangkitan-Nya?

2. Kebangkitan Kristus adalah bagian tak terpisahkan dari pesan Injil (1 Kor. 15: 1–4). Tanpa kebangkitan, pemberitaan tentang kematian Kristus tidak akan relevan (1 Kor. 15: 14). Kematian Kristus itu sendiri tidak akan relevan. Mengapa? Apakah yang dikatakan jawaban Anda tentang kuasa kebangkitan Kristus?

3. Pikirkan sejenak tentang pernyataan Paulus yang menarik, "Jika orang mati tidak dibangkitkan, 'Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!'" (1 Kor. 15: 32). Apa maksudnya?

4. Dalam kelas, diskusikan keadaan orang mati. Mengapa 1 Korintus 15 tidak masuk akal jika, pada saat kematian, orang-orang yang diselamatkan segera dibawa ke surga?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp