Triwulan 3 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 19 Agustus 2026.

Tubuh Kebangkitan


Dalam 1 Korintus 15: 35–39, Paulus beralih ke wacana singkat tentang tubuh kebangkitan. Ia memulai bagian ini dengan mengajukan dua pertanyaan: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan bangkit kembali?" (1 Kor. 15: 35). Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab dalam 1 Korintus 15: 36–49.

Bacalah 1 Korintus 15: 36–41. Bagaimanakah ayat ini menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam 1 Korintus 15: 35?

Paulus menerapkan tiga analogi untuk membantu para pembacanya memahami apa yang terjadi dalam kebangkitan. Analogi pertama (1 Kor. 15: 36–38) menyatakan bahwa tubuh itu seperti benih yang harus mati terlebih dahulu (atau berhenti menjadi benih) agar secara ajaib menjadi tanaman. Ajarannya jelas: kebangkitan adalah mukjizat dari Allah. Kedua, analogi tentang berbagai jenis tubuh (1 Kor. 15: 39, 40) menyorot bahwa, di dunia ini, Allah menyediakan berbagai jenis tubuh untuk hewan dan manusia yang sesuai dengan lingkungan saat ini. Demikian pula, tubuh kita akan sesuai untuk keadaan baru di dunia surgawi. Gagasan ini dikembangkan lebih lanjut dengan analogi tubuh yang mulia (1 Kor. 15: 40, 41), yang menekankan bahwa kemuliaan tubuh kebangkitan jauh melebihi tubuh sebelumnya, yaitu tubuh duniawi kita yang telah jatuh.

Gagasan ini juga dapat dilihat melalui empat kontras antara tubuh duniawi kita di sini dan sekarang, dengan tubuh kebangkitan nanti. Yang pertama adalah duniawi, fana, lemah, dan alamiah. Sebaliknya, yang kedua adalah surgawi, baka, kuat, dan rohaniah (1 Kor. 15: 40–44). Ini tidak berarti tidak ada kesinambungan antara keduanya. Penggunaan istilah Yunani sōma ("tubuh") oleh Paulus untuk tubuh yang dikuburkan dan tubuh yang dibangkitkan menunjukkan adanya kesinambungan. Sebaliknya, empat kontras di atas juga menunjukkan ketidaksinambungan. Tubuh baru kita (syukurlah) tidak akan sama dengan tubuh yang fana yang kita miliki sekarang.

Paulus tidak menggambarkan istilah "rohaniah" dengan keberadaan non-materi. Di bagian lain, ia mengatakan bahwa Yesus "akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia" (Flp. 3: 21). Kita akan memiliki tubuh yang nyata, tetapi tubuh itu tidak akan usang atau membusuk. Karena semua yang kita ketahui sekarang adalah pembusukan, penyakit, dan kematian, sulit untuk membayangkan kehidupan tanpa hal-hal ini, tetapi itulah yang dijanjikan kepada kita di dalam Yesus.

Bagaimanakah jaminan bahwa tubuh kita akan diubah menjadi sempurna membantu kita menjadi tangguh dalam menghadapi keterbatasan fisik kita saat ini?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp