Triwulan 3 Pelajaran 7, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 12 Agustus 2026.

Sebuah Potret Yesus


Saat kita membaca 1 Korintus 13: 4–7, kita mungkin merasa frustrasi menyadari bahwa, pada tingkat yang lebih kecil atau lebih besar, kita gagal menunjukkan semua ciri kasih tersebut. Kemungkinan besar, Paulus memikirkan pribadi Yesus ketika menulis 1 Korintus 13. Sesungguhnya, hanya Kristus yang secara sempurna mengungkapkan semua karakteristik kasih tersebut. Jadi, pada akhirnya, gambaran Paulus tentang kasih adalah potret Yesus.

Bacalah Yohanes 13: 1, 34; Yohanes 15: 9, 12; 1 Timotius 1: 14; 2 Timotius 1: 7, 13; 1 Yohanes 3: 16; dan 1 Yohanes 4: 7–12, 19–21. Apakah yang dapat kita pelajari tentang kasih dari perikop-perikop ini?

Allah adalah kasih (1 Yoh. 4: 8). Ia sangat mengasihi kita sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal (Yoh. 3: 16). Yesus adalah ekspresi penuh dari kasih ini (Ibr. 1: 3). Jika kita ingin tahu bagaimana kasih mengekspresikan dirinya, kita harus melihat Yesus dengan saksama. Jika kita memperhatikan dengan cermat penggambaran Yesus dalam Perjanjian Baru, kita akan menyadari bahwa semua ciri positif kasih dalam 1 Korintus 13 terlihat di dalam Dia.

Yesus itu sabar. "Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya [_makrothymia_]" (1 Tim. 1: 16).

Yesus itu murah hati. Alkitab mengatakan bahwa "Tuhan itu baik" (1 Ptr. 2: 3). Kata "Tuhan" dalam ayat ini merujuk kepada Yesus. Istilah "baik" menerjemahkan kata Yunani chrēstos, yang berasal dari akar yang sama dengan kata kerja chrēsteuomai ("menunjukkan kemurahan hati") dalam 1 Korintus 13: 4.

Yesus bersukacita dalam kebenaran. Yesus mengalami sukacita saat Ia mengikuti kehendak Bapa dan merasakan kasih-Nya bagi-Nya (Yoh. 15: 9–11, Yoh. 17: 12–14).

Yesus menanggung dan sabar menanggung segala sesuatu. Ibrani 12: 2, 3 mengatakan bahwa Yesus "tekun memikul salib ... [Dia] tekun menanggung hujatan yang sedemikian hebat dari pihak orang-orang berdosa terhadap diri-Nya." Tidak ada yang pernah menanggung penderitaan sebanyak Yesus (Flp. 2: 8). Ia melakukan ini demi sukacita yang disediakan bagi-Nya!

Yesus percaya segala sesuatu. Ketika Ananias meragukan keaslian pertobatan Paulus (Kis. 9: 13, 14), Yesus menjawab, "ia ini adalah alat pilihan bagi-Ku" (Kis. 9: 15). Yesus tidak melihat seseorang sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana mereka jadinya melalui kuasa-Nya.

Apakah cara lain yang diungkapkan Yesus kepada kita tentang apa itu kasih sejati?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp