Triwulan 3 Pelajaran 7, 2026.
1 Korintus 13: 4–7 adalah inti dari pasal ini. Paulus berfokus pada ciri-ciri kasih—menunjukkan apa itu kasih dan apa yang bukan, atau apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh kasih. Ia mempersonifikasikan kasih sehingga kita bisa mendapatkan gambaran sekilas tentang bagaimana seseorang berperilaku karena dipenuhi dan didorong oleh Roh. Dalam penggambarannya tentang kasih, Paulus menggunakan serangkaian kata kerja. Baginya, kasih lebih sebagai tindakan daripada perasaan atau emosi.Lalu, apa yang kasih lakukan?
1. Menunjukkan kesabaran (makrothymeō). Makrothymeō berarti menunjukkan kesabaran, bahkan di tengah keadaan yang menantang. Kesabaran juga menyoroti kemampuan untuk bersabar satu sama lain (Ef. 4: 2).
2. Menunjukkan kemurahan hati (chrēsteuomai). Chrēsteuomai hanya muncul di sini dalam Perjanjian Baru, tetapi kata-kata lain dari akar yang sama umum ditemukan di tempat lain. Dalam Septuaginta (Kitab Perjanjian Lama versi Yunani), kata-kata dari akar ini sering muncul dalam Mazmur untuk merujuk pada kebaikan Allah yang terkait dengan belas kasihan-Nya (Mzm. 145: 9). Dengan mengatakan bahwa kasih menunjukkan kemurahan hati, Paulus bermaksud bahwa kasih seseorang kepada orang lain harus meneladani belas kasihan dan kemurahan hati Allah terhadap kita.
3. Bersukacita (synchairō) dalam kebenaran. Synchairō menunjukkan kemampuan untuk merasakan sukacita bersama orang lain (Luk. 1: 58; Luk. 15: 6, 9; 1 Kor. 12: 26; Flp. 2: 17, 18).
4. Menutupi (stegō) segala sesuatu. Para ahli berdebat apakah stegō berarti "menutupi", yaitu, menjaga kerahasiaan sesuatu (yang juga memiliki makna perlindungan), atau "menanggung", dengan makna ketahanan. Konsep ketahanan jelas muncul dalam 1 Korintus 9: 12, yang membuat sebagian besar penafsir dan penerjemah Alkitab mengambil pilihan kedua sebagai yang lebih mungkin.
5. Percaya (pisteuō) segala sesuatu. Pisteuō berasal dari akar yang sama dengan istilah Yunani untuk iman (pistis). Dalam konteks 1 Korintus 13, percaya segala sesuatu berarti memberikan keuntungan dari keraguan (berprasangka baik) satu sama lain.
6. Mengharapkan (elpizō) segala sesuatu. Dalam Perjanjian Baru, kata kerja elpizō selalu merujuk pada keyakinan atau harapan bahwa sesuatu yang baik akan terjadi.
7. Sabar menanggung (hypomenō) segala sesuatu. Kemungkinan besar, tidak ada perbedaan antara kata kerja stegō dan hypomenō dalam 1 Korintus 13: 7. Keduanya adalah sinonim, yang di sini berarti ketabahan di tengah kesulitan. Paulus menggunakan hypomenō di akhir ayat ini meskipun dengan menghindari pengulangan stegō. Dengan mengulangi konsep yang sama meskipun dengan kata yang berbeda, ia menarik perhatian pada percaya dan berharap sebagai titik fokus. Dengan kata lain, kasih sabar menanggung segala sesuatu dengan percaya dan berharap.
Bandingkan 1 Korintus 13: 4–7 dengan Galatia 5: 22, 23. Gagasan umum apakah yang Anda lihat di antara kedua perikop tersebut? Bagaimanakah kita dapat mewujudkan jenis kasih ini dalam kehidupan kita sendiri?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat