Triwulan 3 Pelajaran 6, 2026.
"Kasih bukanlah salah satu karunia di antara banyak karunia lainnya. Kasih adalah sarana yang melaluinya semua karunia mencapai tujuan utamanya"—Carl P. Cosaert, "1 Corinthians", Andrews Bible Commentary: New Testament (Berrien Springs, MI: Andrews University Press, 2022), hlm. 1.643.
Bacalah 1 Korintus 13: 1–7 dan 1 Petrus 4: 8–11. Apakah peran kasih sejauh yang menyangkut karunia-karunia rohani?
1 Korintus 13 mengajarkan bahwa hanya melalui kasih, karunia-karunia rohani dapat digunakan dengan tepat. Paulus memulai 1 Korintus 13 dengan menyinggung karunia-karunia yang disebutkan dalam 1 Korintus 12, hanya untuk menekankan betapa tidak berharganya karunia-karunia itu jika tidak didorong oleh kasih. Dengan demikian, pengetahuan (1 Kor. 12: 8) dan iman (1 Kor. 12: 9), bahkan iman "untuk memindahkan gunung" (1 Kor. 13: 2), tidak ada artinya tanpa kasih (1 Kor. 13: 2). Tanpa kasih, kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh (1 Kor. 12: 10, 28, 30) hanya menjadi "gong yang berkumandang atau canang yang gemerincing" (1 Kor. 13: 1). Demikian pula, bahkan karunia nubuat yang penting pun tidak ada artinya tanpa kasih (1 Kor. 13: 2).
Dalam 1 Korintus 13: 4–7, Paulus berfokus pada apa itu kasih dan apa yang bukan kasih; lebih khusus lagi, apa yang dilakukan kasih dan apa yang tidak dilakukannya. Kata kerja yang ia pilih untuk mengarakterisasi kasih menunjukkan bahwa kasih bukanlah sesuatu yang kita rasakan, melainkan sesuatu yang kita praktikkan. Jadi, Paulus menyebutkan bahwa kasih (1) itu sabar; (2) murah hati; (3) bersukacita karena kebenaran; (4) menutupi segala sesuatu; (5) percaya segala sesuatu; (6) mengharapkan segala sesuatu; (7) sabar menanggung segala sesuatu. Sebaliknya, kasih (1) tidak cemburu; (2) tidak memegahkan diri; (3) tidak sombong; (4) tidak melakukan yang tidak sopan; (5) tidak mencari keuntungan diri sendiri; (6) tidak pemarah; (7) tidak menyimpan kesalahan orang lain; (8) tidak bersukacita karena ketidakadilan.
Total 15 kata kerja ini memberikan panduan yang kuat untuk perilaku yang pantas dalam mempraktikkan karunia. Khususnya, pembahasan tentang sifat sejati kasih ini terletak tepat di antara 1 Korintus 12 dan 14, di mana Paulus membahas konflik mengenai karunia-karunia rohani. Memang, kasih adalah kunci penggunaan karunia-karunia rohani secara bijaksana. Kasih juga ditempatkan berdampingan dengan iman dan pengharapan, "tetapi yang paling besar di antaranya ialah kasih" (1 Kor. 13: 13).
Mengapa kasih begitu penting bagi iman kita? Cara apakah yang lebih baik untuk mengalami realitas kasih Allah selain dengan berdoa dan berusaha untuk mencerminkan kasih itu kepada orang lain?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat