Triwulan 3 Pelajaran 6, 2026.
Paulus memperkenalkan topik baru dalam 1 Korintus 12: 1, dengan rumusan "sekarang tentang". Para sarjana memperdebatkan apakah ia sedang berbicara tentang "karunia-karunia rohani" atau "orang-orang rohani" karena frasa Yunani tōn pneumatikōn memungkinkan kedua penafsiran tersebut. "Karunia-karunia rohani" lebih disukai mengingat 1 Korintus 12: 4, di mana Paulus dengan jelas merujuk pada karunia-karunia rohani. Dalam 1 Korintus 12: 2, 3, Paulus menunjukkan bahwa karunia pertama dari Roh adalah pengakuan yang berani bahwa Yesus adalah Tuhan (1 Kor. 12: 2, 3). Pada zaman Perjanjian Baru, mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan berarti mengatakan bahwa Kaisar bukanlah tuhan (Kis. 17: 7; juga Yoh. 19: 12, 15). Hal ini dipandang sebagai penghasutan terhadap kekuasaan kekaisaran dan, oleh karena itu, dapat dihukum mati.
Yesus dan Paulus menekankan bahwa iman kepada Allah—bahkan dalam menghadapi penganiayaan dan ancaman kematian—adalah karunia Roh. Sebenarnya, iman adalah karunia yang paling mendasar. Tidak mengherankan, iman berada di urutan pertama dalam daftar di 1 Korintus 13: 13. Bahwa iman adalah karunia rohani menjadi jelas dari pernyataan Paulus dalam 1 Korintus 12: 9. Namun, ada banyak karunia lainnya. Fakta bahwa Roh Kudus menganugerahkan berbagai jenis karunia "kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya" (1 Kor. 12: 11) membuktikan bahwa semuanya diperlukan.
Bacalah 1 Korintus 12: 1–6. Apakah penekanan dari perikop ini?
Pengulangan kata "rupa-rupa" atau "macam-macam" (varieties) menekankan kemajemukan karunia. Apa yang Paulus sebut sebagai "karunia-karunia rohani" dalam 1 Korintus 12: 1 dikembangkan dalam ayat 4–6, melalui tiga sudut pandang yang berbeda: "karunia" (charisma), "pelayanan" (diakonia), dan "perbuatan" atau "pekerjaan" (energēma). Meskipun kata-kata ini memiliki arti yang berbeda, penting untuk tidak membuat perbedaan yang terlalu tipis di antaranya karena adanya paralelisme dalam perikop ini. Perlu juga diperhatikan bahwa karunia-karunia rohani dirancang untuk menumbuhkan persatuan yang didasarkan pada karakter Tritunggal Allah (lihat juga Ef. 4: 8–11). Sementara Roh memberikan karunia kepada orang percaya, Allahlah yang memberdayakan mereka untuk melayani Kristus dalam komunitas orang percaya (1 Kor. 12: 5, 6). Setiap orang percaya diberikan karunia secara pribadi (1 Kor. 12: 11), tetapi semuanya dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi komunitas orang percaya secara keseluruhan.
Perhatikan lagi penekanan Paulus pada kesatuan. Mengapa hal ini begitu penting bagi jemaat?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat