Triwulan 3 Pelajaran 6, 2026.
Bahasa kesatuan yang diperkenalkan dalam 1 Korintus 12: 4–6 ("Roh yang sama", "Tuhan yang sama", dan "Allah yang sama") dikembangkan pada bagian sisa 1 Korintus 12. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan frasa-frasa oleh Paulus seperti "satu Roh yang sama" (1 Kor. 12: 11), "tubuh itu satu" (1 Kor. 12: 12), "satu tubuh" (1 Kor. 12: 12, 13, 20), "satu Roh" (1 Kor. 12: 13 [dua kali]), "saling memperhatikan" (1 Kor. 12: 25).
Di samping konsep kesatuan, Paulus menyoroti keberagaman anggota dalam tubuh Kristus melalui ungkapan-ungkapan seperti "banyak anggota" (1 Kor. 12: 20), "kita semua telah dibaptis" (1 Kor. 12: 13), "bukan hanya satu anggota, tetapi banyak" (1 Kor. 12: 14), "seluruh tubuh" (1 Kor. 12: 17), "masing-masing" (1 Kor. 12: 18), "anggota-anggota tubuh" (1 Kor. 12: 22, 23), "semua anggota" (1 Kor. 12: 26). Penekanan pada kesatuan dan keberagaman ini menunjukkan bahwa karunia-karunia rohani bertujuan untuk menumbuhkan kesatuan melalui keberagaman.
Kesatuan di tengah keberagaman ini harus mencerminkan karakter Allah. Bapa adalah satu pribadi, Putra adalah pribadi yang lain, dan Roh Kudus adalah pribadi yang lain. Ketiganya mempertahankan individualitas mereka masing-masing sambil bekerja bersama untuk membangun jemaat dan memberdayakannya untuk misi (1 Kor. 12: 4–6, Ef. 4: 11–13).
Bacalah 1 Korintus 12: 12–31. Mengapa analogi tubuh dengan banyak anggotanya cocok untuk mewakili jemaat dan para anggotanya?
Salah satu pemikiran utama dalam 1 Korintus 12 adalah bahwa meskipun anggota-anggota tubuh secara individu sangat berbeda satu sama lain (1 Kor. 12: 15–20), mereka semua saling bergantung satu sama lain (1 Kor. 12: 21–26). Kaki bergantung pada mata untuk melihat ke mana mereka harus berjalan; sebaliknya, mata tidak dapat menyentuh apa pun—hanya tangan yang bisa. Juga, gagasan bahwa beberapa anggota lebih lemah (1 Kor. 12: 22) atau kurang terhormat (1 Kor. 12: 23) daripada yang lain hanyalah sebuah kesan, karena semuanya diperlukan (1 Kor. 12: 22).
Sayangnya, ada kecenderungan di antara jemaat Korintus untuk menghargai beberapa karunia dan mengabaikan yang lain. Untuk mencegah jemaat Korintus melakukan kesalahan ini, Paulus mengarahkan perhatian mereka pada kasih, yang merupakan "jalan yang lebih utama lagi" (1 Kor. 12: 31). Dengan kata lain, apa pun karunianya, jika dipraktikkan dengan bijaksana dan dengan kasih, itu akan menyenangkan Allah.
Lihatlah daftar karunia dalam 1 Korintus 12: 8–10, 28; Roma 12: 6–8; dan Efesus 4: 11. Apakah karunia Anda? Bagaimanakah Anda dapat menggunakannya untuk membangun tubuh Kristus?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat