Triwulan 3 Pelajaran 5, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 30 Juli 2026.

Mengatasi Penyembahan Berhala


Dalam 1 Korintus 8: 1–3, Paulus berpendapat bahwa kasih menjaga seseorang tetap aman dari penyembahan berhala. Argumen ini dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut dalam 1 Korintus 10: 23–11: 1. Dalam 1 Korintus 8: 3, ia berbicara tentang kasih kita kepada Allah. Ia berkata, "Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain" (1 Kor. 10: 24). Ini adalah kasih terhadap sesama.

Bacalah Markus 10: 17–22 dan Markus 12: 28–31. Apakah kesamaan kedua perikop ini, dan bagaimana keduanya berlaku pada situasi dalam 1 Korintus 10?

Paulus melakukan hal yang sama dalam 1 Korintus 10 seperti yang dilakukan Yesus dalam Markus 12: 28–31; yaitu, ia mengikat kedua perintah agung dari hukum Taurat: kasih kepada Allah di atas segalanya, dan kasih kepada sesama. Dalam kisah orang kaya muda (Mrk. 10: 17–22), Yesus menyatakan kedua jenis kasih ini, dan melakukannya dengan masing-masing menyinggung Ulangan 6: 4 (lihat Mrk. 10: 18) dan loh kedua dari Dasatitah (lihat Mrk. 10: 19). Masalah pemuda kaya itu adalah ia lebih mencintai hartanya daripada mengasihi Allah dan sesamanya (Mrk. 10: 22). Ia lebih menghargai hartanya di bumi daripada harta di surga. Ia lebih menghargai uangnya daripada orang miskin (Mrk. 10: 21). Ia adalah seorang penyembah berhala.

Mengikuti ajaran Yesus, Paulus mengisyaratkan bahwa prinsip mengasihi Allah di atas segalanya dan sesama seperti diri sendiri harus diterapkan pada beberapa situasi hipotetis yang ia sebutkan dalam 1 Korintus 10: 27, 28. Ini berarti bahwa bahkan hal-hal yang sah pun mungkin tidak membantu atau membangun karena dapat menyinggung hati nurani orang lain (1 Kor. 10: 23). Prinsip ini disintesakan dengan sangat baik dalam kata-kata "lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah" (1 Kor. 10: 31). Dengan mengatakan bahwa semua harus dilakukan untuk kemuliaan Allah, Paulus menunjukkan bahwa penyembahan berhala dapat bermanifestasi dalam bentuk yang paling beragam, karena apa pun yang merebut kemuliaan yang hanya milik Allah adalah suatu bentuk penyembahan berhala (Yes. 42: 8).

Kata-kata Paulus dalam 1 Korintus 10: 31–11: 1 berfungsi sebagai kesimpulan untuk pasal 8–10. Ia memperjelas bahwa ia tidak mencari keuntungannya sendiri, "tetapi keuntungan banyak orang, supaya mereka boleh diselamatkan" (1 Kor. 10: 33, ESV). Itulah caranya ia meneladani Kristus (1 Kor. 11: 1).

Bagaimanakah Anda bisa belajar untuk lebih mengasihi sesama seperti diri Anda sendiri?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp