Triwulan 3 Pelajaran 5, 2026.
Bacalah 1 Korintus 9: 1–6. Bagaimanakah perikop ini memberikan contoh praktis tentang arti penyangkalan diri karena kasih?
Sekilas, pembelaan Paulus atas kerasulannya dalam 1 Korintus 9 tampaknya tidak ada hubungannya dengan pembahasan sebelumnya tentang pengetahuan versus kasih. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Alkitab pada mulanya tidak ditulis dalam bentuk pasal-pasal. Apa yang diajarkan Paulus dalam 1 Korintus 9 tidak terlepas dari materi sebelumnya. Sesungguhnya, 1 Korintus 9 memberikan contoh praktis tentang kasih yang tidak mementingkan diri sendiri bagi Kristus dan saudara-saudara seiman. Demi kasih, Paulus melepaskan beberapa hak.
"Untuk makan dan minum" (1 Kor. 9: 4). Di sini makanan dan minuman secara umum melambangkan bantuan keuangan. Sebagai seorang rasul, Paulus berhak menerima dukungan materi dari mereka yang ia layani. Pemimpin agama lain pada masanya biasa melakukan hal itu. Tetapi tidak melakukannya; sebaliknya, ia menghidupi dirinya sendiri dengan membuat kemah (Kis. 18: 3).
"Membawa serta seorang istri yang beriman" (1 Kor. 9: 5). Seorang rasul yang sudah menikah diizinkan untuk melakukan perjalanan misi bersama istrinya dengan biaya dari jemaat. Contoh pasangan misionaris termasuk Priskila dan Akwila (Rm. 16: 3), Andronikus dan Yunias (Rm. 16: 7). Tetapi Paulus tidak beristri (1 Kor. 7: 8). Ia bisa saja menikah dan kemudian mendapat manfaat dari hak untuk ditemani oleh seorang istri, dengan dukungan keuangan untuk keduanya.
"Untuk tidak bekerja" mencari nafkah (1 Kor. 9: 6). Paulus dan Barnabas berhak mendapatkan upah atas pekerjaan misionaris mereka (1 Kor. 9: 4–6). Paulus adalah seorang pembuat kemah untuk mencari nafkah (Kis. 18: 3), tetapi kita tidak tahu apa pekerjaan Barnabas. Kita tahu bahwa ia sangat murah hati (Kis. 4: 36, 37), dan karena itu ia rela menafkahi dirinya sendiri.
Dalam 1 Korintus 9: 7–11, Paulus mengembangkan gagasan dari 1 Korintus 9: 6 untuk menunjukkan bahwa adalah adil baginya dan Barnabas untuk mendapatkan nafkah dari jemaat (1 Kor. 9: 11, 12). Tuhan sendiri memerintahkan, "Mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari Injil" (1 Kor. 9: 14; bandingkan dengan 1 Tim. 5: 18). Namun, Paulus berkata, "Kami tidak menggunakan hak ini" (1 Kor. 9: 12, ESV). Dengan demikian, Paulus menampilkan dirinya sebagai contoh penyangkalan diri (1 Kor. 9: 1–18) dan berpendapat bahwa ini bermanfaat bagi pemberitaan Injil di Korintus (1 Kor. 9: 19–23).
Hal-hal apa sajakah, yang meskipun mungkin merupakan hak Anda, akan lebih baik jika Anda lepaskan agar menjadi saksi yang lebih efektif bagi Tuhan?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat