Triwulan 3 Pelajaran 5, 2026.
Setelah memberikan contoh penyangkalan diri dari pengalamannya sendiri, Paulus beralih secara lebih khusus ke masalah penyembahan berhala. Dalam arti tertentu, 1 Korintus 10 mengembangkan gagasan dari 1 Korintus 9: 27, di mana Paulus berkomentar bahwa ia melatih disiplin diri agar tidak didiskualifikasi. Ia ingin jemaat Korintus mengikuti teladannya, tetapi Yesus adalah teladan yang utama dan sempurna (par excellence) (1 Kor. 11: 1).
Bacalah 1 Korintus 10: 7–11. Dosa-dosa apa yang dilakukan umat Israel di padang gurun, dan mengapa hak-hak istimewa yang diberikan kepada mereka membuat dosa-dosa mereka semakin buruk?
Dalam 1 Korintus 10: 1–5, Paulus menyinggung sejarah umat Allah di padang gurun. Referensi tentang awan dan laut melambangkan akan pimpinan, kehadiran, dan perlindungan Tuhan. Sedangkan makanan dan minuman melambangkan pemeliharaan Tuhan. Paulus menyebut pengalaman Israel di dalam awan dan laut sebagai baptisan, yang serupa dengan baptisan Kristen. Demikian pula, dengan merujuk pada makanan dan minuman, Paulus menyinggung Perjamuan Tuhan.
Dengan kata lain, 1 Korintus 10 mengajarkan bahwa, dalam arti tertentu, orang Kristen sedang menjalani pengalaman yang sama seperti yang dialami Israel. Namun, Paulus mengenang sejarah Israel karena ia tidak ingin sejarah itu terulang kembali. Terlepas dari semua hak istimewa yang dimiliki Israel, banyak dari mereka yang tetap menginginkan hal-hal jahat (1 Kor. 10: 6), seperti penyembahan berhala (1 Kor. 10: 7) dan percabulan (1 Kor. 10: 8). Tidak heran, "Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka" (1 Kor. 10: 5, NIV).
Sangat mudah untuk menuding Israel kuno dan mengatakan mereka melakukan dosa-dosa besar. Namun, Paulus berpendapat bahwa orang Kristen rentan melakukan dosa serupa meskipun memiliki hak istimewa yang luar biasa untuk mengetahui sejarah Kristus. Hal ini jelas dalam peringatan: "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Kor. 10: 12). Ungkapan "siapa yang menyangka" menunjukkan bahwa beberapa orang di jemaat tidak menyadari bahwa mereka berada dalam bahaya jatuh ke dalam dosa-dosa tersebut. Apakah kita menghadapi risiko yang sama hari ini?
"Siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" Siapa di antara kita yang belum pernah mengalami kenyataan dari peringatan itu?
Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui apa yang dapat kita tanggung, "tetapi Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar" (1 Korintus 10: 13). Lalu, mengapa kita masih merasa begitu mudah untuk jatuh ke dalam dosa?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat