Triwulan 3 Pelajaran 3, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 17 Juli 2026.

Pendalaman


Bacalah tulisan Ellen G. White, "Latihan bagi Kedua Belas Murid", dalam buku Kisah Para Rasul (1999), hlm. 15–20.

"Keutuhan dan kesatuan umat Allah yang sisa yang percaya pada kebenaran membawa keyakinan yang kuat kepada dunia bahwa mereka memiliki kebenaran, dan merupakan umat pilihan Allah yang istimewa. Keutuhan dan kesatuan ini membingungkan musuh, dan ia bertekad agar hal itu tidak akan ada. Kebenaran masa kini, yang dipercayai dan didukung hati dan dicontohkan dalam kehidupan, menjadikan umat Allah menjadi satu, dan memberi mereka pengaruh yang kuat"—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 1, hlm. 327.

"Allah sedang menuntun suatu umat untuk berdiri dalam kesatuan iman yang sempurna di atas landasan kebenaran abadi. Kristus menyerahkan diri-Nya kepada dunia agar Ia dapat 'menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.' Proses pemurnian ini dirancang untuk membersihkan gereja dari segala ketidakbenaran dan roh perselisihan serta pertengkaran, agar mereka dapat membangun ketimbang merobohkan, dan memusatkan energi mereka pada pekerjaan besar di hadapan mereka. Allah merancang agar umat-Nya semua mencapai kesatuan iman. Doa Kristus sesaat sebelum penyaliban-Nya adalah agar murid-murid-Nya menjadi satu, sama seperti Ia satu dengan Bapa, agar dunia percaya bahwa Bapa telah mengutus-Nya. Doa yang paling menyentuh dan indah ini menjangkau sepanjang zaman, bahkan sampai ke zaman kita; karena kata-kata-Nya adalah: 'Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka'"—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 17.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Menjelang akhir pelayanan-Nya di bumi, Yesus berdoa untuk kesatuan, "supaya mereka semua menjadi satu ... supaya dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku" (Yoh. 17: 21–23). Mengapa kesatuan dalam Kristus menjadi argumen yang kuat bagi kebenaran bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia? Terkait dengan ini, mengapa kurangnya persatuan menjadi penghalang bagi misi gereja?

2. Bacalah 1 Korintus 4: 9–13 dan perhatikan baik-baik bagaimana para rasul digambarkan dalam perikop ini. Bagaimanakah gambaran para rasul ini berbeda dengan ciri-ciri kepemimpinan yang dihargai di dunia kita? Apakah yang diajarkan perikop ini kepada kita tentang betapa berbedanya standar Allah dengan standar dunia ini?

3.Dalam 1 Korintus 4: 16, Paulus mendesak jemaat Korintus untuk meneladaninya. Apakah Anda bersedia meneladani para pemimpin manusia? Bagaimanakah meneladani seorang pemimpin bisa berbeda dari meninggikan pemimpin itu dengan tidak semestinya, dan bahkan berbahaya?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp