Triwulan 3 Pelajaran 3, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 15 Juli 2026.

Pelayanan seperti Kristus


Bacalah 1 Korintus 4: 1, 2. Apakah yang diajarkan perikop ini tentang pandangan yang benar yang harus dimiliki seseorang mengenai para pemimpin manusia?

Dalam 1 Korintus 3: 1–4, Paulus mengisyaratkan bahwa klik-klik adalah hasil dari kurangnya kedewasaan rohani. Namun, sebelum membahas topik ini, ia menegaskan, "Kami memiliki pikiran Kristus" (1 Kor. 2: 16). Ungkapan ini kemungkinan besar merujuk pada cara berpikir dan bertindak Kristus. Dengan kata lain, orang percaya memiliki "pikiran Kristus" ketika ia berpikir dan bertindak seperti Kristus. Menerapkan pikiran ini dalam semua urusan kehidupan tidaklah mudah, bukan? Di dunia Yunani-Romawi, ada banyak persaingan di antara para tokoh politik, filsuf, pemikir, dan pemimpin agama. Keinginan untuk mendapatkan pengakuan budaya tampaknya membuat jemaat di Korintus mengikuti standar-standar selular. Ini mungkin juga menjadi bahaya bagi gereja saat ini.

Bacalah Filipi 2: 5–8. Bagaimanakah ayat ini membantu kita memahami ungkapan "pikiran Kristus" (1 Kor. 2: 16)?

Sama seperti di Korintus, perpecahan juga terjadi di jemaat Filipi (Flp. 2: 1–4), mungkin pada tingkat yang lebih rendah. Filipi 2: 1–8 mengajarkan kita bahwa pelayanan seperti Kristus menuntut penyangkalan diri dan ambisi pribadi, dan sebaliknya berupaya untuk memberkati orang lain lebih dari diri kita sendiri, seperti yang dilakukan Yesus.

Pelayanan seperti Kristus inilah yang dimaksudkan Paulus dengan ungkapan "hamba-hamba Kristus" (1 Kor. 4: 1). Ungkapan ini dapat menyampaikan gagasan bahwa mereka melayani sebagai pembantu atau bawahan Kristus. Jelaslah bahwa pandangan yang benar tentang para pemimpin manusia didasarkan pada teladan kepemimpinan Kristus. Para pelayan selanjutnya digambarkan sebagai "pengurus" (1 Kor. 4: 1, 2). Seorang pengurus adalah orang yang telah dipercayakan untuk mengelola harta milik orang lain. Dan apa pun yang kita miliki, semuanya adalah milik Kristus.

Dengan penuh doa, renungkanlah pesan dari Filipi 2: 5–8. Bagaimana memahami apa yang dikatakan ayat ini kepada kita tentang kasih Allah yang menyangkal diri bagi kita? Bagaimana pula kita dapat belajar untuk menyangkal diri sedemikian rupa sehingga, dalam lingkup kita sendiri, kita dapat meneladani kasih ini?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp