Triwulan 3 Pelajaran 3, 2026.
Fakta bahwa kita tidak boleh membentuk klik-klik, terutama di sekitar para pemimpin manusia, tidak berarti kita tidak boleh mendukung para pemimpin kita. Kita seharusnya menghargai dan membantu mereka yang memimpin dalam pekerjaan gereja. Allah menugaskan orang untuk melakukan pelayanan-Nya di bumi. Para pemimpin gereja yang menunjukkan gaya hidup yang mencerminkan ketundukan yang dilambangkan oleh Salib layak untuk didengarkan dan diikuti.
Dan ini, karena hanya Salib yang memiliki kuasa untuk membalikkan segala bentuk kendali yang manipulatif demi ketundukan pada Firman Tuhan. Para pemimpin seperti Kristus menghubungkan keberhasilan pelayanan mereka hanya kepada Allah. Bahkan sebagai manusia, dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus memberikan kemuliaan kepada Allah (Yoh. 17: 4).
Menurut Paulus, pelayanan Kristen yang setia harus didasarkan pada apa yang bisa kita sebut teologi Salib. Salib adalah penyataan hikmat dan kuasa Allah untuk menyelamatkan. Pada saat yang sama, Salib juga menampilkan hikmat manusia sebagai kebodohan. Dalam 1 Korintus 4: 1–13, Paulus menjelaskan seperti apa teologi Salib itu. Pertama, ia menunjukkan bahwa Allahlah yang menetapkan standar untuk kepemimpinan Kristen (1 Kor. 4: 1–5). Kedua, ia menunjukkan fakta bahwa penderitaan adalah ciri khas dari pelayanan Kristen sejati (1 Kor. 4: 9, 11–13). Poin kedua ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Bacalah 2 Korintus 11: 23–28 dan Kolose 1: 24. Apakah yang diajarkan ayat ini kepada kita tentang apa artinya menderita demi Kristus?
Para pemimpin Kristen mengikuti jejak Yesus dengan bersedia menderita bagi saudara-saudari mereka, dan bahkan jika perlu mati demi pelayanan mereka. Paulus menyebut dirinya dan Apolos sebagai "orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati" (1 Kor. 4: 9). Mereka digambarkan menghadapi kekurangan makanan dan air, serta "telanjang, dipukuli dan hidup mengembara" (1 Kor. 4: 11). Selain itu, mereka juga dicaci maki, dianiaya, difitnah, dan "menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini" (1 Kor. 4: 12, 13). Lebih jauh lagi, dengan cara ironis menyebut jemaat Korintus sebagai orang kaya, raja, bijaksana, dan terhormat (1 Kor. 4: 8, 10), Paulus menunjukkan bahwa kesombongan tidak boleh mendapat tempat dalam kepemimpinan Kristen sejati, karena kesombongan adalah akar perpecahan di gereja (1 Kor. 4: 6).
Seberapa banyak Anda telah menderita demi Kristus, apa pun peran Anda di gereja? Pelajaran apakah yang mungkin dapat ditemukan dalam jawaban Anda?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat