Triwulan 3 Pelajaran 1, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 30 Juni 2026.

Kota Korintus


Bacalah Kisah Para Rasul 18: 1–3, 1 Korintus 5: 9–11, dan 1 Korintus 8: 4. Apakah yang dapat kita simpulkan tentang ekonomi, moralitas, dan kehidupan keagamaan di Korintus?

Korintus adalah pusat penting dunia kuno, yang terkenal dengan perdagangannya yang makmur. Kota ini dihancurkan oleh Roma pada tahun 146 SM dan dibangun kembali oleh Julius Caesar sebagai koloni Romawi pada tahun 44 SM. Korintus pada masa Romawi inilah yang muncul dalam Perjanjian Baru. Pada zaman Paulus, Korintus adalah salah satu saingan Atena dan bahkan telah melampauinya dalam berbagai aspek. Korintus memiliki dua pelabuhan penting yang memudahkan pertukaran barang dagangan dan perkembangan perdagangannya.

Memang, Paulus memilih Korintus karena kepentingan dan lokasi geografisnya yang menguntungkan. "Dengan demikian, terbukalah kesempatan untuk penyebaran Injil. Sekali Injil ditegakkan di Korintus, Injil akan dengan mudah dikomunikasikan ke seluruh penjuru dunia"—Ellen G. White, Sketches From the Life of Paul, hlm. 99.

Selain itu, perdagangan yang berkembang pesat di Korintus akan memudahkan Paulus untuk menafkahi dirinya sendiri dengan memproduksi dan menjual tenda sambil memberitakan Injil di kota itu (Kis. 18: 2, 3). Jelas, pekerjaan misi di kota besar dan kaya tidak akan datang dari tantangan. Korintus ditandai oleh pluralisme agama yang terang-terangan (1 Kor. 8: 5), yang terbukti dari banyaknya kuil yang dibangun untuk menghormati dewa-dewi seperti Apollo, Atena, dan Afrodit, dan bahkan penyembahan dewa-dewa Mesir seperti Serapis dan Isis.

Selain kebingungan agama ini, Korintus juga terkenal dengan kebejatan seksualnya. Strabo, seorang ahli geografi dan sejarawan Yunani, menyebutkan bahwa ada 1.000 pelacur bakti yang mengabdi pada penyembahan Afrodit di kuilnya di Korintus. Meskipun banyak sarjana memandang hal ini dengan curiga dan menghubungkan klaim ini dengan propaganda Atena terhadap Korintus, prostitusi ritual adalah hal yang umum di dunia kuno. Amoralitas seksual adalah masalah di Korintus, seperti di tempat lain. Penyembahan berhala dan amoralitas adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, dan kenyataan menyedihkan ini menjelaskan banyak isi dari Surat Pertama dan Kedua Korintus.

Dalam kegiatan misinya di Korintus, Paulus menghadapi tantangan masyarakat yang menyembah berhala dan amoral. Tantangan apakah dalam budaya saat ini yang dapat menyulitkan pemberitaan Injil? Bagaimanakah kita bisa mengatasinya? Seberapa besar perbedaan, jika ada, antara Korintus dan kota-kota kita saat ini?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp