Triwulan 3 Pelajaran 1, 2026.
Bacalah Kisah Para Rasul 18: 4–8. Apakah hasil dari khotbah Paulus?
Pekerjaan Paulus di antara orang-orang Yahudi di Korintus tidak membuahkan hasil seperti yang ia inginkan. Ia harus menghadapi beberapa permusuhan dan kebencian. Alkitab mengatakan bahwa "mereka melawan dan menghujat" (Kis. 18: 6). Ketika objek dari kata kerja Yunani blasphēmeō ("menghujat") adalah manusia, itu berarti "memfitnah" atau "mencemarkan nama baik". Dengan kata lain, mereka bermaksud merusak reputasi Paulus dan mencegahnya berhasil dalam usaha misinya.
Untungnya, pekerjaan Paulus di sinagoge Korintus tidak sia-sia. Bagaimanapun, Tuhanlah yang memegang kendali atas misi-Nya. Ia berjanji, "[Firman-Ku] tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia" (Yes. 55: 11). Beberapa orang Yahudi tidak menyangka bahwa Krispus, kepala sinagoge, dan keluarganya akan menerima Yesus sebagai Mesias dan dibaptis (Kis. 18: 8). Bukan hanya mereka, tetapi "banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan itu, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis" (Kis. 18: 8), kemungkinan besar juga karena pengaruh Krispus.
Bacalah Kisah Para Rasul 18: 9, 10. Apakah yang dapat kita simpulkan tentang perasaan Paulus dalam menghadapi tantangannya di Korintus? Bagaimanakah Tuhan mendorong hamba-Nya?
Tepat setelah Paulus meninggalkan sinagoge, ia mengalami sebuah pengalaman yang memberinya dorongan semangat. Kristus sendiri menampakkan diri kepadanya pada malam hari dalam sebuah penglihatan, dengan kata-kata yang mengingatkan pada Yesaya 41: 10: "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Memang, Paulus mengakui bahwa ia berada di Korintus "dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar" (1 Kor. 2: 3). Ia harus meninggalkan Berea menuju Atena karena perlawanan yang berat. Ia tampaknya berpikir bahwa ia harus meninggalkan Korintus karena alasan yang sama: perlawanan yang berat. Tetapi hal itu tidak akan terjadi kali ini. Yesus berkata kepadanya: "Aku mempunyai banyak umat di kota ini" (Kis. 18: 10). Dan Paulus adalah alat-Nya untuk membawa kabar keselamatan kepada mereka.
Bacalah Yesaya 41: 10. Janji-janji indah apakah yang diberikan kepada kita dalam ayat singkat ini? Bagaimanakah janji-janji itu seharusnya memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat