Triwulan 3 Pelajaran 1, 2026.
Paulus memulai suratnya kepada jemaat di Korintus dengan memperkenalkan dirinya sebagai rasul Yesus, yang dipanggil "oleh kehendak Allah" (1 Kor. 1: 1; bandingkan dengan 2 Kor. 1: 1). Keyakinannya mengenai siapa dirinya dalam hubungannya dengan Yesus begitu kuat sehingga, dengan beberapa pengecualian, inilah cara ia membuka semua suratnya.
Bacalah 1 Korintus 1: 1 dan Roma 1: 1. Dua unsur apakah dari pelayanan Paulus yang ditekankan dalam ayat-ayat ini? (Lihat juga Gal. 1: 1.)
Paulus berbicara tentang panggilan dan kerasulannya sebagai penggenapan kehendak Allah. Ia yakin bahwa panggilannya bukan dari manusia, melainkan dari Allah (Gal. 1: 1). Seperti Yeremia, Paulus dipanggil oleh Allah sejak dari kandungan ibunya (Yer. 1: 5) sebagai tindakan kasih karunia Allah (Gal. 1: 15), dan itu terjadi agar ia dapat memberitakan Injil Kristus di antara bangsa-bangsa lain.
Dalam 1 Korintus 15: 8, Paulus memasukkan dirinya di antara mereka yang kepadanya Kristus menampakkan diri setelah kebangkitan (1 Kor. 15: 5–7). Beberapa ayat kemudian, ia mengisyaratkan bahwa panggilannya untuk menjadi seorang rasul adalah hasil dari perjumpaan dengan Yesus itu (1 Kor. 15: 9–11).
Gelar "rasul Yesus" mencakup serangkaian konsep. Utamanya, gelar ini menyampaikan gagasan tentang seseorang yang diutus Yesus. Namun, Paulus juga menggunakan frasa ini untuk mengidentifikasi dirinya sebagai hamba Kristus (Rm. 1: 1, Tit. 1: 1, Gal. 1: 10), serta seorang pemberita dan seorang guru (1 Tim. 2: 7, 2 Tim. 1: 11). Baik ia berkhotbah maupun mengajar, Kristus selalu nyata. Singkatnya, Paulus adalah rasul Yesus.
Yesus bukan hanya pusat dari kerasulan Paulus. Ia adalah pusat dari kehidupan Paulus. Pikiran dan perasaan Paulus dipenuhi dengan kehadiran Yesus. Bukti dari fakta ini adalah ia menyebut Yesus berulang kali di bagian pembukaan dan ucapan syukur dalam 1 Korintus (sembilan kali dalam sembilan ayat). Paulus sangat mengasihi Yesus sehingga ia tidak bisa berhenti berpikir dan berbicara tentang-Nya. Ia ingin membagikan Yesus kepada mereka yang berada di bawah pengawasannya agar kehidupan mereka juga berpusat pada Kristus. Sementara ia dipanggil untuk menjadi seorang rasul, mereka dipanggil untuk menjadi pengikut Yesus yang setia dalam kapasitas apa pun yang Tuhan panggil bagi mereka.
Paulus dipanggil untuk menjadi seorang rasul. Apakah panggilan Anda, dan bagaimanakah Anda tahu bahwa itu adalah panggilan Anda? Jika Anda merasa tidak memiliki panggilan, apakah yang mungkin salah dengan perjalanan iman Anda bersama Tuhan?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat