Triwulan 2 Pelajaran 8, 2026.
Kita dibenarkan (diampuni dan diperdamaikan dengan Allah) oleh iman (Roma 5:1). Kita kemudian juga dikuduskan (diberi kuasa untuk menjadi seperti Yesus) oleh iman (Kisah Para Rasul 26:18). Ketika kita mengundang Yesus ke dalam hidup kita, kita juga menjadi anak-anak Allah oleh iman (Yohanes 1:12). Kita hidup oleh iman dalam Anak Allah (Galatia 2:20).
"Tidak ada yang seolah-olah lebih tidak berdaya, namun sebenarnya lebih tidak kelihatan, daripada jiwa yang merasakan kehampaannya dan sepenuhnya bergantung pada jasa Juruselamat. Dengan berdoa, dengan mempelajari firman-Nya, dengan iman akan hadirat-Nya yang tetap, manusia yang paling lemah dapat hidup dalam hubungan dengan Tuhan yang hidup, dan Ia akan memegang tangan mereka dan tidak pernah akan melepaskannya"-Ellen G. White, Membina Keluarga Sehat, hlm. 159.
"Iman harus dikuatkan oleh doa yang tekun dan puasa, serta kerendahan hati. Mereka harus dikosongkan dari kepentingan diri, dan dipenuhi dengan Roh dan kuasa Allah. Permohonan yang sungguh-sungguh dan tekun kepada Allah dalam iman-iman yang menuntun untuk bergantung sepenuhnya pada Allah, serta penyerahan yang tidak bersyarat pada pekerjaan-Nya-hanya itulah yang dapat menolong membawa bantuan Roh Kudus kepada manusia dalam pertempuran melawan penguasa dan kuasa, dan penghulu dunia yang memerintah dan segala kuasa roh yang jahat di udara"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 40.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Lima poin utama apakah yang ditekankan dalam kutipan di atas mengenai bekerja sama dengan Roh Kudus dalam melawan musuh?
2. Apa peran iman dalam pertempuran rohani ini?
3. Bagaimana Anda melihat hal ini terjadi dalam kehidupan Anda saat ini?
4. Bacalah Ibrani 10: 23. Mengapa penting untuk berpegang teguh pada pengakuan iman kita?
5. Seberapa sering Anda merenungkan kebenaran bahwa ketika Anda merasa tak berdaya, itu justru menjadi kesempatan untuk lebih bersandar sepenuhnya pada Yesus?
Ringkasan: Allah memberikan kepada setiap orang ukuran iman sebagai dasar untuk membangun hubungan dengan-Nya. Sebagai Penyedia dan Penyempurna iman kita, Yesus telah menjadi teladan kekuatan iman bagi kita semua. Ketika iman kita kecil, ketika kita datang dengan tangisan dan permohonan serta hati yang berserah, Allah akan melakukan mukjizat dalam hidup kita (lihat Yeremia 31: 2-4, 9, 11, 12). Ia akan menuntun kita di jalan-Nya yang lurus agar kita tidak tersandung lagi, dan kita akan memiliki damai sejahtera. Yesus adalah teladan yang sempurna dalam segala hal, dan memiliki iman Yesus akan menjadi ciri yang menandai kita sebagai umat-Nya di akhir zaman.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat