Triwulan 2 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 17 Mei 2026.

Berikan Saja Saya Suatu Tanda!


Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan, "Kalau saja saya bisa melihat Laut Merah terbelah, atau manna di tanah, atau Yesus menyembuhkan orang buta, saya akan percaya." Atau mungkin Anda sendiri pernah berpikir demikian.

Namun di sisi lain, mengapa sekarang seharusnya lebih mudah bagi kita untuk memiliki iman dibandingkan orang-orang di zaman Alkitab dahulu? Bangsa Israel tidak memiliki satu kitab Alkitab pun, dan mereka juga tidak memiliki sejarah panjang yang bisa dilihat ke belakang seperti kita sekarang. Musa menekankan pentingnya melihat ke belakang untuk mengingat penyertaan dan kebaikan Allah (lihat Ulangan 4:7-10; Ulangan 8:2, 3). Tidak seperti bangsa Israel, kita memiliki 6.000 tahun sejarah Alkitab untuk dijadikan pelajaran (lihat Yohanes 20:30, 31).

Setiap generasi menginginkan suatu tanda, dan generasi kita tidak berbeda. Tetapi tanda-tanda ada di sekeliling kita. Jika Anda membaca Matius 24, Anda akan melihat betapa banyak hal yang telah dan sedang digenapi sekarang juga.

Bahkan orang-orang pada zaman Yesus pun menginginkan tanda bahwa Yesus benar-benar Anak Allah, walaupun mereka telah menerima banyak tanda. Bagaimanakah tanggapan Yesus? (Lihat Mrk 8: 11, 12.)

Apakah kita juga berdebat dengan Yesus dan mencobai Dia seperti orang Farisi? Apakah kita membuat-Nya "mengeluh dalam hati-Nya" (Markus 8:12) karena kurangnya iman kita, padahal Ia telah memberikan kita segala yang kita perlukan untuk percaya?

"Tetapi bukannya tanda-tanda ini yang diperlukan oleh orang Yahudi. Bukannya hanya bukti secara lahir dapat menguntungkan mereka. Apa yang mereka perlukan ialah bukan penerangan secara intelek, melainkan pembaruan rohani"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 11. Mungkinkah kita juga memerlukan pembaruan rohani-sebuah perjalanan yang sungguh-sungguh, nyata, dan terus-menerus bersama Allah? Mungkin kita sebenarnya tidak membutuhkan tanda, karena kita memiliki begitu banyak pengetahuan yang tersedia, terutama dari Alkitab kita sendiri.

Jadi, daripada membuat Yesus "mengeluh dalam hati-Nya" karena kurangnya iman kita, kiranya kita mengingat kata-kata Yesus kepada Tomas: "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29; lihat juga Ibrani. 11: 1). Allah tidak meminta kita untuk memiliki iman yang buta-Dia telah memberikan kita begitu banyak alasan untuk percaya. Namun demikian, bahkan dengan semua alasan tersebut, selalu ada ruang untuk keraguan. Kuncinya adalah memusatkan perhatian pada apa yang meneguhkan iman, bukan pada apa yang menumbuhkan keraguan.

Dalam waktu hanya 60 detik, bagaimana Anda akan menggambarkan iman Anda kepada Allah? Apakah yang dikatakan jawaban Anda itu tentang perjalanan Anda bersama Allah?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp