Triwulan 2 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Senin, 18 Mei 2026.

Yesus Melihat Iman Kita


Bandingkan bagaimana Yesus menggambarkan iman para murid-Nya dalam Markus 4: 40 dengan iman perempuan dalam Matius 15: 21-28.

Mengikut Yesus tidak serta-merta berarti iman kita kuat. Bahkan, ada orang yang mengaku percaya, tetapi Yesus mengetahui isi hati mereka yang sesungguhnya (Yohanes 2:23-25).

Bacalah Lukas 7: 1-10. Apakah yang kita pelajari tentang iman dari kisah ini?

Dalam Markus 9, kita membaca tentang seorang ayah yang datang kepada Yesus untuk memohon agar anaknya dibebaskan dari roh jahat. Tetapi yang bisa ia katakan hanyalah, "Tuhan, aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Markus 9:24).

Dalam setiap interaksi ini, Yesus memperhatikan iman seseorang atau ketiadaan imannya dan melakukan mukjizat baik sebagai hasil dari iman itu, atau untuk memperkuatnya.

Demikian juga, seperti Roh Kudus mendorong kita untuk percaya, musuh jiwa berusaha membuat kita meragukan atau mengabaikan campur tangan Allah dalam hidup kita. "Ketidakpercayaan yang dipelihara dalam jiwa memiliki kuasa yang memikat. Benih-benih keraguan yang mereka taburkan akan menghasilkan tuaian, tetapi mereka harus terus mencabut setiap akar ketidakpercayaan. Ketika tanaman beracun ini dicabut, mereka akan berhenti tumbuh karena tidak mendapat makanan dari perkataan dan tindakan. Jiwa harus memiliki tanaman iman dan kasih yang berharga yang ditanam di tanah hati dan berkuasa di sana"Ellen G. White, Faith and Works, hlm. 17.

Ketika kita memiliki keraguan terhadap Allah, karakter-Nya, atau firman-Nya, apa yang kita lakukan dengan keraguan itu? Allah tidak mengabaikan atau melewati akal manusia, karena Dia menciptakan kita menurut gambar-Nya dan mengundang kita berdialog dengan-Nya, seperti yang dilakukan-Nya dengan Abraham, Musa, dan Ayub. Allah mengundang kita untuk belajar bekerja dalam pola pemikiran-Nya yang besar dan tak terbatas, meskipun pada akhirnya kita harus menyerahkan diri pada hal-hal yang belum kita pahami sepenuhnya.

Pikirkan semua alasan logis yang Anda miliki untuk beriman. Namun, sampai pada titik mana logika berhenti, dan iman, iman yang kokoh dan masuk akal, harus mulai dijalankan?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp